Selasa, 27 Oktober 2020

Premium Stories, Artikel Analisis Hukum Pas untuk Profesional Hukum

Selain menyertakan penjelasan dari narasumber, Premium Stories juga memasukkan analisis terhadap doktrin hukum, putusan pengadilan, yurisprudensi, dan tentu saja aturan perundang-undangan yang ada.
Moch. Dani Pratama Huzaini

Pandemi Covid-19 yang melanda tanah air sejak Maret lalu seolah menghentikan segalanya. Aktivitas normal secara cepat berubah di tengah tuntutan manusia untuk terus bergerak. Tidak banyak pilihan yang dihadapi setiap orang selain menyesuaikan diri dan terus berinovasi. 

Di tengah segala keterbatasan itu, Hukumonline terus berkarya. Pilihan untuk terus berinovasi adalah cara untuk menjawab sejumlah tantangan yang menerpa hampir seluruh aktivitas dunia usaha di tanah air. Tidak terkecuali industri media. Berangkat dari latar belakang ini, Hukumonline melahirkan sejumlah produk baru yang mana salah satunya berupa content berita berbayar dalam format eksklusif yang diberi nama Premium Stories. Ide konten premium ini digulirkan bersamaan dengan situasi pandemi yang hingga saat ini belum bisa diprediksi kapan akan berakhir. 

“Premium Stories ini ide yang di gagas tim di HoL (Hukumonline). Emang kita juga ngebayanginnya sih di tengah pandemi ini mau ngeluarin apa,” ungkap Repoter Premium Stories Hukumonline, Norman Edwin Elnizar dalam sebuah talk show Series Legal Startup yang diselenggarakan Irma Devita Learning Center beberapa waktu lalu. 

Edwin menjelaskan, lewat produk konten berita berbayar ini, Hukumonline menyajikan sebuah produk jurnalistik dengan analisis mendalam terhadap sejumlah isu-isu hukum baik yang telah ada maupun tengah terjadi di sekitar masyarakat sebagai bagian dari perkembangan hukum di tanah air dari hari ke hari. 

Premium Stories diharapkan mampu menjawab kebutuhan para profesional lawyer terhadap informasi hukum yang terus berkembang dengan didukung latar belakang analisis terhadap sumber-sumber hukum bernas lainnya. “Misalnya lawyer mereka gak cuma pengen tahun informasi tapi juga pengen tahu apa sih yang berdampak sama urusan klien mungkin. Jadi ini bukan cuma 5 W 1 H tapi nambah lagi so what? Kalau gue udah baca ini terus (dapat) apa?,” terang Edwin.

Menurut Edwin, ada perbedaan antara produk Premium Stories yang dikembangkan oleh Hukumonline kali ini dengan artikel berita Hukumonline sebagaimana yang selama ini telah dibaca oleh publik. Meskipun dirinya tidak menampik bahwa artikel yang selama ini dikeluarkan Hukumonline juga memiliki muatan analisis hukum, namun produk Premium Stories dipandang lebih dari itu.

Dari sisi substansi, Premium Stories menyajikan kelebihan bobot informasi dan analisis yang bisa dijadikan rujukan oleh profesional lawyer di Tanah Air. Dari sisi sumber, Premium Stories tidak hanya menyertakan penjelasan dari narasumber tapi lebih dari itu juga memasukkan analisis terhadap doktrin hukum, putusan pengadilan, yurisprudensi, dan tentu saja aturan perundang-undangan yang ada.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua