Jumat, 20 November 2020

Hindari Kerugian, Pastikan Kontrak Bisnis Anda sudah Benar!

Yuk, pahami lebih lanjut kontrak bisnis perusahaan Anda! Apa saja celah yang dapat dimitigasi dan dicegah agar tidak ada kerugian?
Tim Hukumonline

Kontrak memegang peranan penting dalam dunia bisnis yang semakin berkembang. Itu sebabnya, mulai dari entitas bisnis raksasa, rintisan (startup), hingga UMKM menggunakan kontrak bisnis untuk mengikatkan diri suatu perjanjian dengan pihak lainnya. Kontrak merupakan kerangka dasar yang digunakan sebagai bingkai dari hubungan para pelaku bisnis—termasuk di antaranya memuat hak dan kewajiban pihak yang terlibat. Prinsip hukum kontrak diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.

 

Selain fundamental, kontrak bisnis juga memberikan perlindungan hukum bagi pihak yang terkait dengan hubungan bisnis tersebut. Jika ada potensi sengketa antarpihak di kemudian hari, kontrak dapat menjadi sarana penyelesaian—baik melalui litigasi maupun nonlitigasi.

 

Sayangnya, tak dapat dihindari, kontrak yang digunakan bisa jadi menimbulkan celah-celah risiko di kemudian hari. Perlu adanya pemahaman yang mendalam dan ketelitian dalam menyusun kontrak. Termasuk, pengetahuan tentang hal-hal yang perlu dimitigasi untuk mencegah kerugian atau sengketa di masa depan.  

 

 

Sebagai pelopor penyedia konten edukasi dan analisis hukum terkini selama lebih dari dua dekade, Hukumonline memahami bahwa kesadaran hukum memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan entitas bisnis digital. Terlebih, bisnis startup dan UMKM sebagai katalis percepatan ekonomi nasional. Karena itu, Hukumonline ingin mendorong startup dan UMKM agar lebih responsif terkait pemahaman kontrak bisnis.

 

Selama tiga hari berturut-turut pada 24-26 November 2020, Hukumonline akan menyelenggarakan Hukumonline Law Festival 2020. Acara ini merupakan wadah khusus yang kami sediakan untuk para pelaku bisnis startup dan UKM, inkubator, akselerator, komunitas dan wirausaha sosial, hingga venture capital untuk terhubung dengan praktisi hukum terkemuka dan mendapatkan wawasan mendalam mengenai hukum. 

 

Deretan narasumber kompeten akan hadir memberikan pencerahan, seperti AKSET Lawfirm; Makarim & Taira S; Assegaf Hamzah & Partners (AHP); SSEK Indonesian Legal Consultants; hingga Advisor dari Justika. Masing-masing narasumber akan akan memberikan pengetahuan komprehensif mengenai isu-isu hukum baik soal perlindungan data pribadi, kekayaan intelektual, maupun investasi. Hadir pula, Mandiri Capital yang akan membahas pendanaan startup dan UMKM di masa pandemi ini, serta Tokopedia dengan tema kontrak-kontrak yang sering digunakan oleh startup maupun UMKM. Tak kalah menarik, Socolas dan Easybiz juga memaparkan tema social enterprise dan legalitas perizinan pendirian perusahaan startup maupun UMKM. Adapun para regulator juga turut hadir, di antaranya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif; BKPM; Kementerian Hukum dan HAM; serta Kementerian Komunikasi dan Informatika.

 

Berikut adalah daftar sesi webinar yang dapat Anda ikuti!

 

Hanya dengan Rp 500ribu, dapatkan akses penuh ke 3 hari webinar eksklusif dan gratis konsultasi hukum bagi 100 pendaftar pertama!  Kabar baiknya, saat ini berlaku promo BUY 2 GET 1 FREE, sehinngga Anda bisa mendapatkan gratis 1 tiket setiap pembelian 2 tiket!

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua