Sabtu, 21 November 2020

Beragam Tantangan dalam Perpanjangan Restrukturisasi Kredit

​​​​​​​Bank harus memastikan tidak terjadi moral hazard atau penumpang gelap (free rider) dalam penerapan restrukturisasi kredit.
Mochammad Januar Rizki
Ilustrasi petugas menyusun tumpukan uang. Foto: RES

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengumumkan perpanjangan relaksasi kredit melalui kebijakan restrukturisasi hingga Maret 2022. Kebijakan yang diatur dalam Peraturan OJK Nomor 11 Tahun 2020 tentang Stimulus Perekenomian Nasional Sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Covid-19 diharapkan dapat menjaga kestabilan perbankan sekaligus membantu debitur yang terdampak pandemi dalam pelunasan utang.

Terdapat berbagai tantangan yang dihadapi regulator maupun perbankan dalam melaksanakan restrukturisasi kredit tersebut. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan merangkap Anggota Dewan Komisioner OJK, Heru Kristiyana mengungkapkan berbagai tantangan tersebut antara lain menjaga keseimbangan antara kebutuhan debitur dan kapasitas perbankan. Menurutnya, dalam kondisi pandemi ini, terdapat banyak debitur yang mengalami kesulitan pembayaran utang namun di sisi lain kapasitas perbankan terbatas.

Selain itu, dia juga mengungkapkan perlu dijaganya kualitas tata kelola dan integrasi para pelaku perbankan serta debitur saat menentukan kelancaran pemberian restrukturisasi. Kemudian, bank juga harus memastikan tidak terjadi moral hazard atau penumpang gelap (free rider) dalam penerapan restrukturisasi kredit. “Kalau terjadi moral hazard dan free rider saat restrukturisasi berakhir pasti bank menemui masalah besar,” jelas Heru, Jumat (20/11).

Dia menjelaskan kebijakan perpanjangan restrukturisasi kredit ini dilakukan karena mempertimbangkan permintaan debitur yang terus meningkat. Selain itu, pandemi Covid-19 yang masih berlanjut juga menjadi pertimbangan perpanjangan restrukturisasi kredit.

Meski demikian, Heru mengimbau agar perbankan tetap memitigasi risiko permodalan dalam menjalankan kebijakan restrukturisasi kredit. Salah satu mitigasi risiko tersebut melalui pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN).

OJK mencatat realisasi restrukturisasi kredit per 26 oktober telah dilakukan oleh 100 bank dengan total nasional 7,53 juta debitur  dengan Rp 932,6 triliun. Dari total tersebut sebanyak 5,84 juta debitur merupakan kelompok UMKM outstanding Rp 369,8 triliun. “Ini merupakan restrukturisasi paling gede sepanjang sejarah di mana saya mengawasi bank,” ujar Heru.

Baca:

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua