Hukumonline’s Top 100 Indonesian Law Firms 2021

UMBRA, Kantor Hukum Anak Bangsa dengan Pertumbuhan Tercepat dalam Industri Hukum Indonesia

Di balik pencapaian UMBRA, terdapat tuntutan kerja keras yang luar biasa; deadline yang sering kali tak masuk akal; serta tekanan tingkat tinggi dari high stakes make-or-break deal.
Oleh:
Tim Publikasi Hukumonline
Bacaan 5 Menit
UMBRA - Strategic Legal Solutions (UMBRA). Foto: istimewa.
UMBRA - Strategic Legal Solutions (UMBRA). Foto: istimewa.

Pada tahun 2021, Hukumonline kembali menggelar Survei Kantor Hukum Indonesia. Menjadi perhelatan rutin yang telah terselenggara untuk ketiga kalinya, UMBRA – Strategic Legal Solutions (UMBRA) tampil memberi kejutan dengan menjadi kantor hukum termuda yang masuk peringkat sepuluh besar dalam kategori Top 100 Indonesian Law Firms 2021 (peringkat delapan) dan Top 30 Largest Law Firms: Corporate Practice 2021’ (peringkat keenam).

 

Sejak didirikan pada bulan November 2017, pencapaian ini mengukuhkan UMBRA sebagai kantor hukum dengan pertumbuhan tercepat dalam sejarah industri hukum Indonesia. Pertumbuhan tersebut tak sekadar tampak dari bertambahnya jumlah fee earners menjadi 58 orang (atau mencapai 33% dari tahun 2020), tetapi juga direfleksikan dari jumlah dan nilai transaksi yang dikerjakan oleh UMBRA beserta penghargaan-penghargaan yang diterima baik oleh UMBRA sebagai institusi, maupun para konsultan hukumnya secara individual.

 

Dalam tempo 3,5 tahun, UMBRA telah menjalankan lebih dari 300 transaksi dengan nilai total transaksi yang melampaui US$28 miliar. Beragam penghargaan pun telah UMBRA raih, yang sebagian besar memotret kesuksesan UMBRA sebagai kantor hukum termuda. Sejumlah penghargaan tersebut, di antaranya ‘Most Innovative Indonesian Law Firm of the Yearoleh IFLR Asia-Pacific Awards pada 2020; tiga tahun berturut-turut sebagai kantor hukum termuda dengan nominasi penghargaan terbanyak oleh Asian Legal Business; ‘Indonesia Rising Law Firm of the Year’ oleh Indonesia Law Awards; ‘Recommended Firm oleh Asialaw’; ‘Best New Law Firm’, ‘Best Technology, Media and Telecommunication Law Firm’, dan ‘Best Structured Finance & Securitization Law Firm’ oleh Asian Business Law Journal; ‘Recognized Firm’ oleh Benchmark Litigation; ‘Recommended Firm’ oleh Chambers Asia Pacific dan Chambers Global; ‘Leading Indonesian Law Firms & Lawyers’ oleh IFLR1000; ‘Recognized Firm’ oleh The Legal 500; hingga ‘Top Capital Market Law Firm for Bond Transaction by Value at the IDX’ dan ‘Most International Bond Transaction by Value at the SGX’ oleh Hukumonline.

 

Untuk kedua kalinya, secara berturut-turut, baru-baru ini UMBRA telah dinobatkan sebagai ‘2021’s Outstanding Firm in Client Service Excellence’ oleh Asialaw. Digagas sejak tahun 2020, penghargaan ini diberikan kepada kantor hukum yang memperoleh nilai tertinggi dalam memberikan layanan hukum kelas satu kepada klien-kliennya berdasarkan survei ekstensif yang dilakukan oleh Asialaw. Sementara itu, secara individu, para konsultan hukum UMBRA juga sudah diakui dalam direktori hukum internasional terkemuka sebagai ‘Rising Star’,Notable Practitioner’, ‘Distinguished Lawyer’, ‘Highly Regarded’, ‘Outstanding Lawyer in Client Service Excellence’, ‘Indonesia’s 100 Top Lawyers’, dan ‘IFLR’s Asia Future Leader’, walaupun rata-rata masih berusia 20-an dan 30-an.   

 

Siasat UMBRA Bertumbuh dalam Waktu Cepat

Hukumonline.com

Penghargaan UMBRA pada Survei Kantor Hukum Indonesia 2021 oleh Hukumonline. Foto: istimewa.

 

Pencapaian yang luar biasa ini tentu menimbulkan tanda tanya besar, bagaimana UMBRA yang sepenuhnya diisi pengacara-pengacara muda independen, tanpa berafiliasi secara eksklusif dengan kantor hukum asing dapat bertumbuh secara fantastis dalam kurun waktu secepat ini? Managing Partner UMBRA, Pramudya A. Oktavinanda, PhD (Pram), menyampaikan, sebenarnya tidak ada formula rahasia dalam kesuksesan UMBRA. Sejak awal didirikan, UMBRA hanya memiliki satu fokus: ‘we get things done. Semboyan ini seirama dengan tagline yang menjadi bagian dari nama lengkap UMBRA, ‘Strategic Legal Solutions’.

 

“Sudah terlalu lama konsultan hukum dimispersepsikan sebagai pihak yang fungsinya hanya untuk menimbulkan atau mengada-adakan masalah. Alih-alih memberikan solusi bagi klien-kliennya, konsultan hukum dianggap hanya bisa menyatakan sesuatu tidak mungkin dilakukan. Hal ini tentu saja merupakan suatu kesalahan besar,” kata Pram.

 

Dalam filosofi UMBRA, setiap konsultan hukum harus mampu berpikir secara pragmatis, kreatif, dan strategis. Mereka harus memiliki visi: we make possible the impossible within the corridor of law. Pola pikir inilah yang memungkinkan UMBRA untuk menutup transaksi project financing terbesar di Indonesia pada tahun 2020 dengan nilai pembiayaan mencapai US$2,7 miliar untuk proyek senilai US$3,3 miliar. Proyek ini sendiri awalnya sempat tertunda selama kurang lebih dua tahun, karena para pihak terkait belum dapat jua mencapai titik temu atas struktur transaksinya. Namun, isu struktur yang pelik tersebut berhasil dipecahkan UMBRA dan disepakati oleh seluruh stakeholders proyek yang melibatkan BUMN, project sponsors, serta belasan kreditor lokal, internasional, dan multilateral hanya dalam waktu enam bulan setelah UMBRA didaulat untuk bertindak sebagai konsultan hukum project company dalam proyek yang menantang ini.

Halaman Selanjutnya:
Berita Terkait