Hukumonline’s Top 100 Indonesian Law Firms 2021

Langkah Berani TRIFIDA at Law Buktikan Kerja Keras dan Kualitas Tinggi

Keberanian dan kematangan mendirikan firma hukum di masa pandemi berbuah manis. Tahun ini, TRIFIDA at Law tercatat sebagai salah satu dari 100 kantor hukum terbesar di Indonesia.
Oleh:
Tim Publikasi Hukumonline
Bacaan 4 Menit
Trifida at Law. Foto: istimewa.
Trifida at Law. Foto: istimewa.

Mendirikan sebuah law firm bernama TRIFIDA at Law pada 7 Januari 2021—pada saat situasi pandemi melanda Indonesia—bukan hanya sebuah keputusan yang berani. Di baliknya, ada kematangan mendesain tata kelola kantor, mengatur kapital awal, menentukan ceruk pasar, hingga membangun brand awareness.  

Keempat pendiri TRIFIDA, Affan Giffari, Treasuri Tamara, Ida Bagus Adhitya Pudja, dan Ariehta Eleison Sembiring mafhum, kendati ‘pertengahan tangga saja masih belum terlihat, mendaki anak tangga pertama adalah satu keniscayaan’. Itu sebabnya, mereka segera mengambil tanggung jawab di bidangnya masing-masing.

Dua bulan pertama, TRIFIDA lantas difokuskan pada pembangunan institusi dan penyusunan marketing strategy. Pada bulan ketiga, ‘mesin’ TRIFIDA sudah teraktivasi. ‘Know the market’ menjadi kata kuncinya. Dengan cepat, TRIFIDA dipercaya oleh sejumlah klien, baik dari perusahaan maupun perorangan.

“TRIFIDA mendekati pasar dengan model induktif, dimulai dengan fokus terhadap perusahaan start-ups teknologi yang relatif berukuran kecil-sedang, sembari membangun networks dengan perusahaan multinasional atau yang berskala lebih besar,” sebagaimana diindikasikan di dalam situs resmi mereka.

Mengenali DNA TRIFIDA

Mengusung slogan ‘Your Personalized Legal Service’, TRIFIDA memahami, ada banyak pangsa pasar firma hukum, yang selama ini masih belum tersentuh. Mereka adalah perusahaan rintisan kecil hingga menengah, yang kuantitasnya tidak sedikit, tetapi belum tergarap optimal oleh kantor hukum raksasa. Sebagai target jangka pendek, target pasar Trifida meliputi start-ups teknologi, yang berkaitan dengan financial technology, start-up investment funding, dan lain sebagainya.

Pada jangka menengah, TRIFIDA sendiri berencana untuk membangun jejaring sesuai dengan spesialisasi para partners, yang dalam prosesnya membutuhkan konsistensi membangun cetak-biru persona. Salah satu upaya mewujudkannya, yaitu dengan disiplin memutakhirkan pengetahuan hukum sekaligus menulis perkembangan hukum terkini secara rutin di situs TRIFIDA. Hal ini sesuai dengan komitmen TRIFIDA dalam menumbuhkan awareness terhadap klien; bahwa pengacara tidak hanya berperan sebagai ‘pemadam kebakaran’ ketika terjadi perselisihan hukum.

“Diperlukan pengacara atau konsutan hukum sebelum munculnya perselisihan hukum yang dapat membantu mengidentifikasi dan mereduksi risiko hukum yang terjadi di masa depan. Dengan bermotokan ‘We are growing together with you’, TRIFIDA ingin agar semua orang Indonesia sadar dan ‘melek’ hukum,” sebagaimana dikutip dari Hukumonline.

Halaman Selanjutnya:
Berita Terkait