Hukumonline’s Top 100 Indonesian Law Firms 2021

Langkah Berani TRIFIDA at Law Buktikan Kerja Keras dan Kualitas Tinggi

Keberanian dan kematangan mendirikan firma hukum di masa pandemi berbuah manis. Tahun ini, TRIFIDA at Law tercatat sebagai salah satu dari 100 kantor hukum terbesar di Indonesia.
Oleh:
Tim Publikasi Hukumonline
Bacaan 4 Menit

6 bulan setelah didirikan, TRIFIDA berkembang pesat dengan mempekerjakan sepuluh fee earners. Untuk fee-earners di level associate, pengetahuan hukum yang mendalam tentu menjadi syarat utama yang tidak pernah cukup. Associate juga dituntut memiliki spesialisasi agar dapat membantu partner dalam menyusun langkah serta memberikan advis hukum yang personalised sesuai kebutuhan klien secara tepat dan efisien. Ke depannya, TRIFIDA semakin butuh dilengkapi oleh fee-earners yang mahfum akan hukum teknologi.     

Dalam Survei Firma Hukum Indonesia 2021 yang digagas Hukumonline, TRIFIDA berada di peringkat ke-50 pada kategori ‘Recognized Midsize Corporate Practice 2021’—sebuah pemeringkatan yang berupaya memotret kantor hukum menengah dalam praktik korporasi berdasarkan jumlah fee earners. TRIFIDA bahkan menjadi satu dari seratus firma hukum yang tercatat sebagai ‘Top 100 Indonesian Law Firms 2020’. Tak hanya itu saja, Trifida at Law juga merupakan ‘2021's Rising Star Law Firm’, sebuah penghargaan khusus yang ditujukan kepada firma hukum berusia di bawah sepuluh tahun dan telah dipercaya mewakili klien-klien terkemuka, atau berpengalaman menangani transaksi-transaksi komersial bernilai besar maupun perkara penting. Hal ini menunjukkan, usia muda maupun beragam keterbatasan akibat situasi pandemi bukanlah halangan bagi sebuah firma hukum untuk bekerja keras membuktikan kualitasnya. 

Tentang Pendiri TRIFIDA

Berbasis di Jakarta, TRIFIDA diwakili oleh para pengacara berbakat dengan latar belakang kuat. Beberapa di antaranya, telah mencicipi kursi firma hukum dan kantor pemerintah bereputasi tinggi, selama lebih dari satu dekade. Kombinasi pengalaman ini tentu menjadikan TRIFIDA memiliki perspektif dan cakupan praktik luas dari banyak sektor.

Affan Giffari, selaku Managing Partner, memiliki rekam jejak panjang bekerja pada beberapa kantor hukum raksasa di Indonesia, dengan spesialisasi pada capital market, merger and acquisition, sertatechnology media telecommunicationyang mencakup data governance, e-health, blockchain, crypto-asset, dan smart city. Spesialisasi terkait teknologi didapatkannya dari kombinasi praktik dan studi formal di Tilburg University, Belanda, melalui program Law & Technology, beberapa tahun silam.

Bersama Affan, Treasuri Tamara menjalankan kelompok praktis corporate. Treasuri merupakan spesialis dalam merger and acquisition; general corporate; start-up fund raising; dan legal compliance. Tahun ini, Treasuri didaulat menjadi salah satu dari 26 konsultan muda perempuan yang menerima penghargaan Hukumonline's NeXGen Lawyers 2021. Treasuri juga telah memiliki pengalaman relatif panjang di beberapa kantor hukum raksasa. Selain memiliki latar belakang pendidikan hukum,  ia menamatkan program Master of Business Artdari SBM ITB dan Aalto University School of Business, serta fasih dalam berbahasa Mandarin.

Adapun kelompok praktik litigasi digawangi oleh Ida Bagus Adhitya Pudja dan Ariehta Eleison Sembiring. Ida Bagus, dipanggil Didit, berspesialisasi pada ketenagakerjaan, litigasi, general corporate, dan foreign direct investment. Pemahamannya tentang ketenagakerjaan dapat dikatakan mumpuni, hasil kombinasi praktik dan studi formal dalam program Labour Law and Employment Relations di Tilburg University, Belanda. Bersama Didit, Arie Sembiring menjalankan praktis litigasi, dengan spesialisasi litigasi pidana, perdata, tata usaha negara, cybersecurity, cybercrime, perlindungan data pribadi, sengketa tanah, dan kejahatan lingkungan. Ketika studi dalam program Law & Technology di Tilburg University, Arie menekuni persoalan alat bukti elektronik.

Berita Terkait