Pojok MPR-RI

Ajakan Gus Jazil Kepada Mahasiswa Untuk Meningkatkan Ketauhidan Selama Pandemi

Pandemi Covid-19 ini harus dihadapi dengan kekuatan iman bahwa semua daya dan upaya itu dari Allah
Oleh:
Tim Publikasi Hukumonline
Bacaan 3 Menit
Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid. Foto: Istimewa
Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid. Foto: Istimewa

Pandemi Covid-19 yang telah melanda negeri ini selama lebih dari setahun, hingga kini belum teratasi. Sedikitnya 3,5 juta orang terjangkit Covid-19 sejak kasus pertama diumumkan di Indonesia awal Maret 2020 lalu, dan 100.636 orang meninggal dunia.


Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid mengatakan, Covid-19 menjadi bagian dari ujian ketauhidan dan seberapa kuat keimanan kita kepada Allah SWT untuk melihat fenomena Corona ini dengan prespektif masing-masing. “Orang sekuler melihat Corona seperti apa, orang NU seperti apa, tapi karena saya meyakini akidah saya, iman kepada qada dan qodar Allah SWT maka saya mayakini betul ini adalah ketentuan Allah. Dan saya tahu betul bahwa ketentuan Allah dibuat pasti ada hikmahnya untuk manusia,” ujar Gus Jazil–sapaan akrab Jazilul Fawaid–saat memberikan sambutan secara virtual dalam acara “Istighosah dan Doa Bersama untuk Keselamatan Bangsa Indonesia dari Wabah Covid-19” yang digelar oleh Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Universitas Indonesia, Rabu malam (4/8/2021).


Gus Jazil berpendapat bahwa boleh saja memaknai bahwa pandemi ini sebagai bagian dari skenario global. ”Ada yang bilang ini dibuat di China pada awal-awal dulu. Ini skenario global dalam rangka…, bolehlah karena manusia itu diberikan kekuatan oleh Allah untuk membuat skenario. Kita semua ini diberikan kekuatan membuat skenario, tetapi pembuat skenario tertinggi hanya Allah. Kita sebenarnya menghadapi apapun itu dalam skenario Allah, itu yang penting. Allah membuat skenario-skenario di bumi sebagai tatanan dan ujian,” tuturnya.



Karena itu, menurut Gus Jazil, pandemi Covid-19 ini harus dihadapi dengan kekuatan iman bahwa semua daya dan upaya itu dari Allah. “Ikhtiar-ikhtiar itu yang hari ini dilakukan teman-teman KMNU UI melalui doa. Di zaman sekarang, biasanya banyak yang menganggap apaan itu doa, orang-orang menyepelekan doa terkadang, orang-orang modern. Tidak ada lagi konsep berkah, konsep keselamatan dari Allah. Corona ini justru menjadi cermin bagi kita untuk melihat seberapa dekat kita dengan pembuat Corona, pembuat alam ini, dan yang membuat diri kita dan skenario. Tidak ada daya dan upaya selain dari Allah, laahaula walaaquwwata illaabillah,” kata Gus Jazil.


Menurutnya, melalui doa bersama ini justru akan menambah keyakinan kita kepada Allah. ”Kita kembali kepada ketauhidan kita yang akhir-akhir ini di dalam bahasa Syekh Hossein Nasr krisis manusia modern. Obat dari krisis manusia modern ya Covid-19 ini supaya dia dekat dengan Allah. Kalau kita semakin jauh dengan Allah, kita nggak tahu bagaimana tatanan wajah dunia ke depan ini,” urainya.


Dikatakan Wakil Ketua Umum artai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, saat ini akibat pandemi Covid-19, bangsa ini menghadapi krisis multidimensi. Pendapatan negara turun, utang membengkak, dan seakan-akan bangsa ini tidak mampu berbuat apa. Juga tidak ada yang mengetahui apa yang akan terjadi sesudah pandemi ini. ”Dalam batas-batas rasional, kita punya rencana-rencana dalam batas tertentu. Tetapi apa yang kita rencanakan, kita skenariokan, ada pembuat skenario besar yaitu Allah SWT,” paparnya.


Karena itu, menurut Gus Jazil, saat ini masing-masing dari kita harus bisa
menasihati diri sendiri. Sebab, obat terbaik berasal dari diri sendiri. Begitu pula nasihat terbaik dan musuh terberat juga datang dari diri sendiri. ”Maka sering-seringlah, mumpung Covid-19 ini, semua di rumah sering-seringlah bicara dengan diri kita sendiri, bermuhasabah, kita hitung, evaluasi, siapa saya, mau kemana, sudah sampai dimana, dan Covid ini seperti apa. Sebab, siapa yang bisa menemukan dirinya sendiri dia yang paling berbahagia, dia yang paling selamat karena dengan menemukan dirinya sendiri, dalam konsep tasawuf, dia akan menemukan tuhannya,” kata Gus Jazil.


Karena itu, ketua umum Ikatan Keluarga Alumni Institut Perguruan Tinggi Ilmu Alquran (PTIQ) Jakarta ini mengajak semua pihak, terutama umat Islam agar memperbanyak doa. ”Mari kita berdoa agar kita semua diberikan keselamatan, dan marilah kita berdoa agar selalu diberikan kesehatan dan semangat untuk menyebarkan agama Allah,” pungkas Gus Jazil.