Terbaru

Mendiang Dyah Soewito di Mata Alumni Kantor Hukum SSEK

Sejumlah alumnus Kantor Hukum SSEK menyampaikan rasa duka mendalam dan kehilangan atas kepergian Dyah Soewito sebagai sosok yang dikenalnya sangat baik.
Oleh:
Agus Sahbani
Bacaan 5 Menit
Founding Partner Kantor Hukum SSEK, Dyah Soewito. Foto: ssek.com
Founding Partner Kantor Hukum SSEK, Dyah Soewito. Foto: ssek.com

Pendiri Kantor Hukum Soewito Suhardiman Eddymurthy Kardono (SSEK) Indonesian Legal Consultants, Dyah Soewito, meninggal dunia pada Kamis (5/8/2021) sekitar pukul 09.15 WIB dalam usia 67 tahun lebih. Jenazah almarhumah telah dimakamkan di TPU Tanah Kusir Jakarta Selatan pada Kamis (5/8/2021) sore.        

Innalillahi wa innailahi rajiun telah berpulang ke rahmatullah, RR Dyah Widjojowati binti Soewito pada hari Kamis 5 Agustus 2021 pada pukul 09.15 WIB di RSPP Modular Simprug, Jakarta Selatan,” demikian pesan yang beredar di kalangan advokat dari pihak Keluarga Besar Dyah Soewito, Kamis (5/8/2021) kemarin. (Baca Juga: Kiprah SSEK dan ‘Warisan’ Advokat Asing)

Wafatnya Konsultan Hukum Korporasi senior ini meninggalkan kesan mendalam bagi alumni Kantor Hukum SSEK mengenang sosok almarhumah. Founding Partner Arifin, Purba & Firmansyah Law Firm, Tjahyono Firmansyah memiliki kesan sangat baik terhadap almh Dyah Soewito. “Mbak Dyah, boss yang bisa saya jadikan panutan pada saat saya berpraktek hukum di SSEK selama 10 tahun maupun setelah saya berprofesi di luar SSEK,” ujar Tjahyono kepada Hukumonline, Jum’at (6/8/2021).  

Dia menilai bersama partner-partner lain, Dyah Soewito sukses membangun karakter SSEK di luar dan di dalam firma. “Beliau sosok yang cerdas, tegas, lugas, dan hangat akan selalu dikenang oleh orang yang mengenal Mbak Dyah,” kata Tjahyono.  

Sebagai alumnus SSEK, dirinya merasa tidak dianggap sebagai anak buah, tetapi mendiang Dyah Soewito merangkul semuanya secara tulus sebagai adik/anak atau keluarga. “Sangat manusiawi dan menyentuh. Kami semua sangat mencintai Mbak Dyah. Selamat jalan salah satu lawyer dan kakak terbaik kami.”  

Kesan serupa dialami alumnus SSEK Richard Pedler, editor di Hiswara Bunjamin & Tandjung. Dia menilai sosok Dyah Soewito melebihi dari seorang mentor. “Ibu Dyah membuat saya betah selama 10 tahun yang bergabung di SSEK. Bersama Bu Ira, Saudarimu, Anda menyambutku dengan tangan terbuka, merawat, dan menyemangatiku untuk menjadi orang yang lebih baik. Anda menggabungkan sifat-sifat terbaik manusia: kejujuran, kerendahan hati, empati, dan akan sangat dirindukan,” kesannya.

Alumnus SSEK lain, Ujang Suhirta, seorang Legal & Compliance Sr. Advisor PT Donggi-Senoro LNG, mengaku selama mengenal sosok Dyah Soewito mendapat kesan positif. "Selama saya menjadi Associate Lawyer di SSEK (1996-2004), kesan saya, Bu Dyah adalah orang yang ramah, mengayomi/membimbing dan tegas. Bu Dyah juga orang yang dermawan dan sangat memperhatikan orang-orang kecil," kata Ujang.

Berita Terkait