Terbaru

Ingin Berkontribusi bagi Pembaruan Hukum di Indonesia? Begini Caranya!

Jentera percaya, salah satu cara untuk mendukung upaya perbaikan hukum di Indonesia adalah dengan menyelenggarakan pendidikan hukum berkualitas yang menghasilkan praktisi hukum dengan kecakapan dan integritas tinggi.
Oleh:
Tim Publikasi Hukumonline
Bacaan 3 Menit
Ingin Berkontribusi bagi Pembaruan Hukum di Indonesia? Begini Caranya!
Hukumonline

Pandemi Covid-19 mengubah seluruh aspek kehidupan kehidupan masyarakat. Banyak kekhawatiran tentang peran hukum sebagai norma untuk menyelesaikan ketidakadilan muncul, terutama dalam situasi krisis saat ini yang rentan menciptakan ketimpangan sosial. Padahal, hukum seharusnya mampu beradaptasi untuk setiap masalah.

 

Namun, pembaruan hukum seperti itu bukanlah pekerjaan mudah. Butuh waktu yang tak sebentar, komitmen, kerja keras, dan kolaborasi banyak pihak untuk mewujudkannya. Berangkat dari hal tersebut, para pakar yang telah malang melintang di dunia hukum Indonesia mendirikan Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera yang lulusannya diharapkan dapat menjadi para pembaru hukum.  Pembaru adalah orang yang sadar bahwa banyak hal telanjur aus dan usang, tetapi mereka memutuskan untuk tidak membiarkannya.

 

Jentera percaya, salah satu cara untuk mendukung upaya perbaikan hukum di Indonesia adalah dengan menyelenggarakan pendidikan hukum berkualitas yang menghasilkan praktisi hukum dengan kecakapan dan integritas tinggi.

 

Metode pengajaran di Jentera memberikan peran yang sama pentingnya, baik bagi pengajar maupun mahasiswa. Pengajar menganggap mahasiswa sebagai aktor dalam proses belajar dan percaya terhadap kemampuan mahasiswa. Pengajar Jentera merupakan individu yang memiliki pemahaman teori yang mumpuni serta pengetahuan praktik yang ekstensif di bidang hukum. Sebagian dari mereka telah puluhan tahun terlibat dalam pengembangan teori hukum. Mereka juga dikenal di masyarakat sebagai individu yang memiliki integritas baik, serta berkontribusi dalam pembaruan hukum.

 

Hal tersebut dirasakan oleh Arina Ratih, alumnus Jentera yang saat ini bekerja di Badan Prakarsa Pemberdayaan Desa dan Kawasan (BP2DK) Tasikmalaya untuk melakukan pendampingan bagi desa-desa yang ingin mendirikan badan usaha. “Selama kuliah di Jentera, saya bertemu dan belajar langsung dari praktisi-praktisi hukum di Indonesia. Ini merupakan momen berharga sehingga saya bisa belajar hukum dan menjadi pribadi yang berintegritas,” katanya.

 

Selama enam tahun terakhir, STH Indonesia Jentera telah menerima mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia. Untuk memberikan kesempatan yang seluas-luasnya bagi talenta-talenta terbaik di Indonesia dalam mengenyam pendidikan berkualitas dan menjadi pembaru hukum, terlepas dari situasi maupun kondisi ekonomi mereka, maka disediakan jalur beasiswa.

 

Beasiswa Jentera diperuntukkan bagi lulusan SMA atau sederajat. Beasiswa ini terdiri atas biaya kuliah selama delapan semester dan dukungan biaya hidup bagi mereka yang berasal dari luar Jabodetabek.

Berita Terkait