Terbaru

Kesan Eks Hakim Konstitusi Atas Wafatnya Muhammad Alim

Muhammad Alim dikenal sebagai hakim yang lurus, teguh pada keyakinan, jujur, tulus untuk kepentingan bangsa dan negara.
Oleh:
Aida Mardatillah
Bacaan 3 Menit
Kesan Eks Hakim Konstitusi Atas Wafatnya Muhammad Alim
Hukumonline

Bertepatan dengan Hari Konstitusi, mantan Hakim Konstitusi Muhammad Alim dikabarkan meninggal dunia dalam usia 76 tahun pada Rabu (18/8/2021) pagi di Makassar. Kabar wafatnya Hakim Konstitusi periode 2008-2015 ini diperoleh dari Badan Kerohanian Islam Mahkamah Konstitusi (MK).

“Turut berduka cita atas berpulangnya ke Rahmatullah Dr. Muhammad Alim, S.H., M.Hum, Hakim Konstitusi periode 2008-2015. Semoga amalnya diterima di sisi Allah SWT. Diampuni segala dosa serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan. Aamiin,” demikian ucapan Duka Cita dari Badan Kerohanian Islam MK yang beredar, Rabu (18/8/2021).      

Banyak kesan mendalam atas kepergian Muhammad Alim dari para koleganya saat masih aktif menjadi hakim konstitusi. Salah satunya disampaikan Mantan Ketua MK periode 2008-2013, Mohammad Mahfud MD. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) ini menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Muhammad Alim.   

Innalillahi wainna illahi rajiun. Kita ada karena Allah, untuk Allah, dan bisa dipanggil kapanpun oleh Allah. Seduka apapun kita harus mengikhlaskannya sebagai kehendak Allah yang tak bisa ditolak,” ujar Mahfud MD kepada Hukumonline, Rabu (18/8/2021). (Baca Juga: Presiden Diminta Segera Lantik Pengganti Muhammad Alim)

Mahfud mengenal Muhammad Alim sebagai hakim yang lurus, teguh pada keyakinan. Selalu mendasarkan isi putusannya pada nilai luhur keagamaan yang mewajibkannya berlaku adil, jujur, dan tegas. Ia menceritakan saat menjadi hakim konstitusi, ketika membuat sebuah putusan, jika Muhammad Alim kalah suara, dia tidak mengubah pendirian yang dianggapnya prinsipil. Hal ini mendorongnya untuk membuat dissenting opinion dalam putusannya.   

“Saya merasa sangat dekat dengan Pak Alim. Selain sesama hakim MK, beliau lebih tua dari saya, dan almarhum juga adalah mahasiswa saya ketika kuliah di S-2 dan S-3. Semoga almarhum mendapat surga-Nya,” doa Mahfud dengan penuh harap.  

Mantan Ketua MK Periode 2003-2008, Jimly Assidiqqie menilai Muhammad Alim sosok orang baik, punya sikap. “Beliau punya pendapat dengan argumen dan legal reasoning yang baik berkat pengalamannya yang panjang sebagai hakim karir. “Kita doakan yang terbaik untuk almarhum ya,” kata Jimly.   

Halaman Selanjutnya:
Berita Terkait