Terbaru

Mendorong Peran Pemuda Jakarta Membangun Jakarta Lewat Teknologi

Kaum muda perlu punya ruang aktualisasi diri dalam platform teknologi. Yang terpenting kaum muda memiliki ruang atau wadah untuk mengekspresikan ide-idenya.
Oleh:
Aida Mardatillah
Bacaan 3 Menit
Foto: RES
Foto: RES

Kalangan pemuda saat ini identik dengan istilah kaum rebahan di tengah maraknya penggunaan teknologi informasi dengan hanya stalking (menguntit) status orang lain. Padahal, dengan menggunakan teknologi banyak yang bisa dilakukan untuk hal-hal yang bermanfaat terutama bagi pembangunan kota. Diharapkan, energi pemuda dapat lebih besar jangkauannya untuk membuat perubahan, terlebih di Kota Jakarta sebagai ibukota negara.

Lead Data Scientist Jakarta Smart City, Andi Sulasikin mengatakan konsep Jakarta Smart City telah memanfaatkan teknologi infomasi untuk memberi pelayanan ke masyarakat. Tujuannya meningkatkan perekonomian dan improve kualitas hidup masyarakat. Berbicara konsep smart city tidak hanya tekonologi, tetapi juga berkaitan dengan people, salah satunya anak mudanya bisa melek menggunakan teknologi.

Ia menjelaskan pemerintah sebagai administrator dalam membuat sebuah kebijakan dengan berkolaborasi dengan partisipan, salah satunya anak muda. Smart city memiliki berbagai macam jenis dari mulai smart governance, smart people, smar mobility, smart environment, smart economy, smart living dan smart branding.

“Disini smart people memerlukan peran masyarakat, salah satunya peran anak muda,” ujar Andi Sulasikin dalam Dialogue VI Multi-Stakeholder bertajuk “Peran Pemuda dalam Pembangunan Jakarta: Mendorong Partisipasi yang Lebih Bermakna”, Rabu (8/9/2021). (Baca Juga: Pentingnya Kolaborasi dengan Pemuda untuk Membangun Jakata)

Ia menjelaskan Jakarta tak hanya sebagai tempat bekerja, tetapi juga bagaimana memfasilitasi persoalan-persoalan yang ada di Jakarta. Misalnya, dengan aplikasi JAKI banyak fitur-fitur yang ditawarkan oleh Jakarta Smart City, seperti JakLapor, JakSurvei, JakWarta, JakCo, JakSiaga hingga terkait vaksinasi di DKI Jakarta. Selain itu, JSCLab bisa menghadirkan smart people. “Hal itulah yang bisa digunakan untuk masyarakat Jakarta untuk turut membangun Jakarta,” kata dia.

Pendiri Komunitas Historia Indonesia (KHI) Asep Kembali berharap semoga JAKI menjadi harapan anak muda Jakarta, yang bisa dimanfaatkan dengan baik. Banyak kreasi yang nantinya bisa diwujudkan dengan teknologi, salah satunya dengan JAKI

Perwakilan Ruang Waktu Chintya Jasmine Gunarso mengatakan peran pemuda sangat penting saat ini, apalagi pada masa pandemi. Padahal, pemuda memiliki karakter kreatif yang tinggi dan pemuda lebih tanggap isu-isu terkini, tapi peran pemuda minim. Diharapkan dengan digitalisasi peran pemuda dapat lebih dikedepankan dan didukung dengan stakeholders yang ada untuk lebih melibatkan pemuda.

Berita Terkait