Utama

Pemberhentian Azis Syamsuddin Tunggu Berstatus Terdakwa

Sementara pemberhentian secara tetap sebagai anggota DPR menunggu putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap. Partai Golkar bakal memberi bantuan hukum sepanjang adanya permintaan dari Azis.
Oleh:
Rofiq Hidayat
Bacaan 5 Menit

Ketua Bidang Hukum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar Adies Kadir menegaskan Azis resmi mengundurkan diri sebagai Wakil Ketua DPR periode 2019-2024. Karenanya, DPP Partai Golkar dalam waktu dekat bakal mengumumkan siapa sosok yang bakal menempati kursi pimpinan DPR yang ditinggalkan Azis.

Adies yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR itu mengatakan hingga saat ini belum adanya kader yang ditunjuk Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartanto menempati posisi pengganti Azis. Seluruh kader Golkar yang menjabat sebagai anggota dewan memiliki kesempatan yang sama. “Kami punya 85 orang (di Fraksi Partai Golkar DPR RI, red). Ini merupakan hak prerogatif Ketua Umum Partai Golkar,” kata Adies.

Bantuan hukum

Meski telah resmi dinonaktifkan sebagai kader Golkar setelah berstatus tersangka kasus dugaan korupsi, partainya bakal memberi bantuan hukum sepanjang adanya permintaan Azis. Dia meminta Azis fokus menghadapi kasus yang dialaminya di KPK. “Partai Golkar akan memberi bantuan hukum melalui Badan Advokasi Hukum dan HAM terhadap seluruh kader Partai Golkar yang menghadapi permasalahan hukum dalam berbagai kasus, apabila bantuan hukum tersebut diminta oleh kader,” kata dia.

Namun demikian, bila Azis telah menunjuk tim penasihat hukum lain, Golkar bakal memantau dan mengawal perkembangan kasus yang dihadapi Azis. Menurutnya, meski kadernya tersandung kasus, Partai Golkar tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah terhadap kasus yang dihadapi Azis.

Menurutnya, terhadap orang yang disangkakan melakukan tindak pidana, ditangkap, ditahan hingga dihadapkan di meja hijau, wajib dianggap tidak bersalah sebelum adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. Sejauh ini, Golkar tetap menghormati proses hukum yang tengah berjalan di KPK terhadap kadernya.

Sebelumnya, Ketua KPK Firli Bahuri menetapkan Azis Syamsuddin sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap terkait dengan penanganan kasus korupsi yang ditangani KPK di Kabupaten Lampung Tengah, Lampung. Penetapan tersangka dilakukan setelah menemukan adanya bukti permulaan yang cukup.

“Kami tingkatkan ke tahap penyidikan dan pagi hari ini kami sampaikan kepada segenap anak bangsa bahwa saudara AZ Wakil Ketua DPR RI periode 2019-2024 sebagai tersangka," kata Ketua KPK Firli Bahuri saat jumpa pers di Gedung KPK, Sabtu (25/6/2021) dini hari.

Halaman Selanjutnya:
Berita Terkait