Terbaru

Merunut Lima Tahun Implementasi MAJu Wujudkan Akses Keadilan untuk Semua

Resmi berakhir pada September 2021, sejak Agustus, MAJu telah menggelar sejumlah kegiatan sebagai upaya merangkum pembelajaran akhir meliputi focus group discussion, konferensi, menonton film virtual bareng, penayangan video dan foto esai, hingga online course.
Oleh:
Tim Publikasi Hukumonline
Bacaan 5 Menit
Merunut Lima Tahun Implementasi MAJu Wujudkan Akses Keadilan untuk Semua
Merunut Lima Tahun Implementasi MAJu Wujudkan Akses Keadilan untuk Semua

“Saya bilang kekerasan terhadap ibu dan anak itu sudah masuk undang-undang.”

 

Mari berkenalan dengan Mama Orpa, seorang warga pesisir utara Papua. Tinggal di Kampung Tablasupa, sekitar 50 kilometer dari Jayapura, Mama Orpa adalah ‘ruang aman’ bagi para perempuan korban  kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) untuk mengadu dan memperjuangkan keadilan. Sering kali mendampingi para korban ke kantor polisi, Mama Orpa paham betul, KDRT bukanlah tradisi. Keyakinannya tumbuh usai mengikuti pelatihan paralegal yang diselenggarakan oleh Aliansi Demokrasi untuk Papua (AlDP).

 

Di Jakarta, ada Aspiah atau Mak Pi’ah, salah satu pegiat program LeaN On (Leaving No One Behind) yang mendampingi langsung komunitas Wanita Pekerja Seks (WPS), disabilitas netra, dan pengidap diabetes di kawasan Tanah Abang. Kerja kerasnya dalam menyebarluaskan informasi tentang risiko Covid-19 dan cara pencegahannya, berbuah manis. Hanya dalam kurun waktu satu bulan, ia mampu menyentuh dan menghimpun hingga lebih 300 anggota komunitas.

 

Pengembangan paralegal seperti yang dilakukan AlDP dan penjangkauan komunitas rentan dan marjinal seperti yang dilakukan oleh LeaN On sendiri merupakan bentuk inisiatif eMpowering Access to Justice (MAJu) dalam bekerja sama dengan berbagai mitra untuk meningkatkan akses keadilan, khususnya bagi empat kelompok marginal: (1) kelompok minoritas agama dan etnis; (2) masyarakat adat; (3) individual yang termarginalkan; dan (4) perempuan. Program kerja sama bilateral antara pemerintah Amerika Serikat dan Indonesia ini didanai United States Agency for International Development (USAID), bekerja sama dengan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), dan diimplementasikan oleh The Asia Foundation.

 

Dengan menerapkan sejumlah pendekatan, selama kurun waktu 2016 hingga 2021, berbagai capaian telah mengiringi perjalanan MAJu. Keberhasilan ini mewujud baik di level kebijakan, perbaikan sistem layanan, peningkatan kapasitas dalam mengakses hak-hak konstitusional, maupun solidaritas antarkomunitas rentan yang semakin kuat.  Tentu, pencapaian ini tidak dapat terlaksana tanpa kolaborasi efektif dengan para stakeholder, mulai dari organisasi masyarakat sipil (OMS), organisasi bantuan hukum (OBH), pemerintah, hingga swasta.

 

Resmi berakhir pada September 2021, sejak Agustus, MAJu telah menggelar sejumlah kegiatan sebagai upaya merangkum pembelajaran akhir. Kegiatan tersebut meliputi focus group discussion dengan para mitra, konferensi, menonton film virtual bareng, penayangan video dan foto esai, hingga penyelenggaraan online course. Namun, berakhirnya program tak berarti segala upaya dan perjuangan telah selesai. Harus ada langkah berkelanjutan dan sinergi dari banyak pihak untuk terus menyediakan akses keadilan kepada masyarakat rentan dan marginal.    

 

Publikasi rangkaian strategi eMpowering Access to Justice (MAJu) dalam memperjuangkan akses keadilan selama lima tahun dapat Anda akses melalui situs  www.akseskeadilan.hukum.io. Di sana, termuat beragam publikasi kegiatan yang telah dilakukan MAJu yang dapat Anda gunakan sebagai referensi, bahan pembelajaran, maupun menambah wawasan, meliputi:

 

1. Focus Group Discussion

MAJu menyadari, jumlah masyarakat yang membutuhkan bantuan hukum sangat tinggi; berbanding terbalik dengan jumlah Organisasi Bantuan Hukum (OBH) dan Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) yang dapat memberikan layanan bantuan hukum. Untuk itu, selama dua hari MAJu menyelenggarakan focus group discussion yang melibatkan perumusan strategi dan rekomendasi keberlanjutan advokasi peningkatan akses keadilan bagi komunitas rentan dan termarginalkan. Beberapa output yang telah diperoleh, di antaranya:

Berita Terkait