Pojok MPR-RI

Hari Kesaktian Pancasila Pertebal Keyakinan Menjawab Tantangan di Masa Pandemi

Jadikan peringatan Hari Kesaktian Pancasila momentum untuk mempertebal keyakinan bahwa nilai-nilai kebangsaan yang terkandung dalam Pancasila mampu menjawab berbagai tantangan di masa kini dan mendatang.
Oleh:
Tim Publikasi Hukumonline
Bacaan 2 Menit
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat. Foto: Istimewa.
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat. Foto: Istimewa.

JAKARTA - Kegigihan para pendahulu kita dalam mempertahankan nilai-nilai kebangsaan yang terkandung dalam Pancasila patut diteladani sekaligus kita amalkan dalam menghadapi berbagai tantangan saat ini. Demikian diungkapkan Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Jumat (1/10). "Para pendahulu bangsa mempertahankan keyakinannya terhadap ideologi Pancasila dengan semangat pantang menyerah hingga mengorbankan nyawa," ujarnya.

Di masa kini, Rerie, sapaan akrab Lestari, menilai kepatuhan kita dalam menjalankan berbagai aturan pada sejumlah tahapan pengendalian Covid-19 merupakan bagian dari perjuangan dalam mempertahankan nilai-nilai kebangsaan yang kita yakini. Nilai-nilai gotong-royong, persatuan, kemanusiaan dan cinta tanah air yang terkandung dalam Pancaila, jelas Rerie, adalah sejumlah nilai kebangsaan yang sangat relevan untuk dibangkitkan dalam menjawab tantangan di masa pandemi ini.

Menurut Rerie, disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan (prokes) di keseharian kita dalam upaya memutus mata rantai penyebaran virus corona di tanah air, juga merupakan bagian dari pengorbanan yang dilakukan oleh masyarakat.

Tren menurunnya jumlah kasus positif Covid-19 dalam beberapa pekan terakhir ini, menurut anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen bangsa tanpa mengenal sekat-sekat agama, suku, golongan dan partai politik, dalam mematuhi berbagai aturan pembatasan kegiatan masyarakat yang diberlakukan pemerintah.

Bahkan, Rerie mengungkapkan, tidak sedikit masyarakat yang berkorban hingga kehilangan pekerjaan, usaha terpaksa tutup, hingga putus sekolah karena terdampak sejumlah kebijakan tersebut.

"Pengorbanan seluruh elemen bangsa dalam mewujudkan tren penurunan jumlah kasus positif Covid-19 harus kita hargai. Salah satunya dengan secara konsisten peduli dan menjaga jangan sampai terjadi lonjakan kasus lagi," kata Ririe.

Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus berjuang dalam pengendalian Covid-19 di tanah air dengan berbagai cara, antara lain dengan mengedepankan gotong-royong dan nilai-nilai kemanusiaan di masa pandemi ini. Masyarakat, tegasnya, harus tetap membatasi mobilitas dan disiplin melaksanakan prokes, agar kita terhindar dari ancaman lonjakan kasus positif Covid-19 di masa datang.
 
"Seluruh warga negara jangan lengah dan tetap waspada dengan konsisten menjalankan protokol kesehatan. Bagi para pemangku kepentingan terus upayakan testing dan tracing secara masif untuk mempercepat pengendalian Covid-19 di tanah air," ujar Ririe.