Pojok MPR-RI

Lestari Moerdijat: Indonesia Butuh Masyarakat Pembelajar

Bangsa Indonesia harus jadi bangsa pembelajar untuk bekal menghadapi tantangan di masa depan.
Oleh:
Tim Publikasi Hukumonline
Bacaan 2 Menit
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat di acara talk show Indonesia Harmoni dengan Bersholawat. Foto: Istimewa.
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat di acara talk show Indonesia Harmoni dengan Bersholawat. Foto: Istimewa.

SURAKARTA - Para santri dan santriwati teruslah belajar menuntut ilmu, meski di saat proses belajar menemukan berbagai kendala. Dengan gigih belajar lambat laun kita bisa membentuk bangsa yang lebih baik di masa depan. Demikian diungkapkan Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat saat hadir pada acara talk show bertema Indonesia Harmoni dengan Bersholawat bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf di Masjid Bustanul ‘Asyiqin Majelis Ahbaabul Musthofa Kota Surakarta, Selasa (5/10).

Hadir dalam talk show tersebut anggota MPR RI, Eva Yuliana, dan diikuti secara daring oleh para santri dari Ponpes AlMuayyad, Ponpes Azzayady dan Seduluran Saklawase Bolone Mbak Eva Sukoharjo.

Menurut Rerie, sapaan akrab Lestari, di masa yang penuh ketidakpastian seperti saat ini sangat membutuhkan masyarakat pembelajar agar mampu menjawab berbagai tantangan.

Di tengah talk show sejumlah hadirin menyampaikan aspirasi terkait dampak pandemi terhadap kegiatan belajar mengajar di daerahnya.

Antara lain kendala belajar daring, pembiayaan belajar para santri, operasional lembaga pendidikan swasta yang terhambat karena orang tua murid banyak yang tidak mampu lagi membayar biaya pendidikan.

Rerie, yang juga anggota Komisi X DPR RI, mengungkapkan bila pandemi sudah bisa dikendalikan, belajar tatap muka baru bisa dimulai kembali.

Untuk meningkatkan kemampuan orang tua dalam mendidik putra-putrinya di rumah, Rerie menawarkan, tutorial bahan ajar secara daring. Sedangkan untuk membantu pendanaan pendidikan yang menjadi hambatan sejumlah keluarga pascapandemi, Rerie berencana mengajak sejumlah pihak swasta agar bisa ikut memberi bantuan.

Pada kesempatan itu Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaff berpesan bahwa kehidupan di dunia adalah untuk mencari ridho Allah dan terus mendoakan bangsa ini agar di masa depan lebih baik dibanding masa lalu.

"Kita harus menjadi manusia-manusia yang mendoakan bangsa ke depan menjadi bangsa yang lebih beradab menuju Indonesia hebat, Indonesia kuat dan Indonesia nikmat," ujar Habib Syech.

Ia juga berharap agar pendidikan adab dan akhlak diajarkan kembali di sekolah untuk membentuk bangsa yang lebih baik di masa datang. Menurut Habib Syech, Indonesia di masa depan harus menjadi bangsa yang kuat lewat kolaborasi semua elemen bangsa, seperti antara lain politisi, TNI/Polri, wartawan, termasuk kaum perempuan.

Indonesia, menurut Habib Syech, bisa menjadi negara yang hebat bila di setiap keluarga ada perempuan yang hebat.