Pojok MPR-RI

Lestari Moerdijat: Kebersamaan di Tengah Pandemi Mesti Diapresiasi

Nilai-nilai luhur bangsa sebenarnya sudah tertanam dalam diri dan menjadi karakter setiap anak bangsa. Nilai luhur ini berasal dari kearifan lokal, diajarkan oleh para leluhur bangsa yang kemudian diwariskan dari generasi ke generasi
Oleh:
Tim Publikasi Hukumonline
Bacaan 3 Menit
Wakil Ketua MPR Dr. Lestari Moerdijat, SS, MM. Foto: Istimewa.
Wakil Ketua MPR Dr. Lestari Moerdijat, SS, MM. Foto: Istimewa.

PROBOLINGGO - Perilaku sebagian besar masyarakat selama pandemi Covid-19 sangat mencerminkan nilai luhur bangsa yang tinggi seperti toleransi dan rasa kebersamaan. Demikian diungkapkan Wakil Ketua MPR Dr. Lestari Moerdijat, SS, MM, saat menjadi narasumber utama secara virtual acara ‘Sosialisasi Empat Pilar  MPR RI bertema: Nahdlatul Ulama Kokoh dan Mandiri, Indonesia Makin Jaya’, kerjasama MPR RI dengan PCNU Kota Kraksaan.

“Saya sering melihat di televisi dan media sosial perilaku solidaritas luar biasa itu, seperti ada sekelompok warga menyediakan bahan makanan, sayuran, buah-buahan digantung di perempatan gang untuk masyarakat yang membutuhkan secara gratis.  Lalu, ada lagi kebiasaan jika ada warga sedang melakukan isolasi mandiri (isoman), maka para tetangganya  akan membantu menyediakan semua keperluannya,” kata Ririe, sapaan akrab Lestari.

Hukumonline.com

Sosialisasi Empat Pilar  MPR RI 'Nahdlatul Ulama Kokoh dan Mandiri, Indonesia Makin Jaya'. Foto: Istimewa.

Padahal, lanjut Lestari, kelompok warga yang baik hati itu juga terkena dampak pandemi. Tapi, mereka bisa terjun langsung membantu masyarakat yang lebih buruk kondisinya karena situasi yang memang sangat sulit.

“Mereka patut diapresiasi dan diteladani, karena telah mengimplementasikan nilai-nilai luhur bangsa baik disadari ataupun tanpa disadari.  Fenomena inilah yang kita harapkan terjadi dan meluas selama pandemi,” ujar Pimpinan MPR dari Partai Nasional Demokrat (NasDem) ini.

Hukumonline.com

Sosialisasi Empat Pilar  MPR RI 'Nahdlatul Ulama Kokoh dan Mandiri, Indonesia Makin Jaya'. Foto: Istimewa.

Sosialisasi yang digelar di aula Gedung Paseban, Kota Probolinggo, Jawa Timur, Rabu (6/10/2021) dihadiri anggota MPR Fraksi NasDem Aminurokhman, Mustasyar PCNU Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo KH. Munir Kholili, Rais Syuriah PCNU KH. Abdul Wasik Hannan, Ketua PCNU KH. Shihabuddin Sholeh, dan pengurus PCNU serta masyarakat sekitar sebagai peserta.

Rerie mengatakan bahwa dirinya tidak terkejut dengan fenomena rakyat tersebut.  Ia sudah mengetahui jauh-jauh hari, tepatnya di bulan Juni tahun 2020 lalu melalui kegiatan jajak pendapat yang ia inisiasi untuk mengetahui pemahaman rakyat seputar pandemi.

Hukumonline.com
Sosialisasi Empat Pilar  MPR RI 'Nahdlatul Ulama Kokoh dan Mandiri, Indonesia Makin Jaya'. Foto: Istimewa.


“Secara garis besar ternyata masyarakat sudah sangat memahami bahwa pandemi ini akan berdampak negatif kepada rakyat secara luas.  Salah satu upaya yang mesti dilakukan untuk menghadapi dan meminimalisir dampak dengan saling membantu, saling menguatkan dan mempertebal kebersamaan,” ujarnya, menjelaskan.

Lebih jauh, Rerie menegaskan bahwa nilai-nilai luhur bangsa sebenarnya sudah  tertanam dalam diri dan menjadi karakter setiap anak bangsa. Nilai luhur ini berasal dari kearifan lokal, diajarkan oleh para leluhur bangsa yang kemudian diwariskan dari generasi ke generasi sampai sekarang.  “Jadi tak aneh, rakyat Indonesia akan mudah tergerak hatinya untuk membantu saat melihat saudara setanah airnya dalam kesulitan,” ujar Ririe, menambahkan.

Melihat pentingnya bangsa ini memegang teguh nilai-nilai luhur dalam menghadapi segala kesulitan yang dialami bangsa dan negara, Rerie mengetuk hati dan mengajak seluruh elemen bangsa mulai dari pemerintah dan rakyat untuk lebih meningkatkan upaya bersama-sama, saling mendorong dan saling mendukung dalam menghadapi pandemi.

“Kebersamaan tersebut terbukti menunjukkan hasil.  Saat ini, kasus positif Covid-19 menunjukkan penurunan.  Jika kondisi ini dipertahankan dan ditingkatkan lagi, saya yakin penurunan kasus akan terus berjalan sampai menghilang.  Sekali lagi mari kita bergandeng tangan, teguhkanlah hati, yakinlah badai pasti berlalu, berganti dengan munculnya sinar mentari, udara segar dan pelangi yang berwarna untuk bangsa Indonesia,” ujar Ririe.