Pojok MPR-RI

Kabiro Humas MPR Terima Pernyataan Sikap Mahasiswa

Mahasiswa menuntut agar Pancasila ditempatkan di hierarki tertinggi sebagai filter dalam perumusan peraturan perundang-undangan.
Oleh:
Tim Publikasi Hukumonline
Bacaan 3 Menit
Kepala Biro Humas dan Sistem Informasi Sekretariat Jenderal (Setjen) MPR RI Siti Fauziah, SE, MM. Foto: Istimewa.
Kepala Biro Humas dan Sistem Informasi Sekretariat Jenderal (Setjen) MPR RI Siti Fauziah, SE, MM. Foto: Istimewa.

JAKARTA – Kepala Biro Humas dan Sistem Informasi Sekretariat Jenderal (Setjen) MPR RI Siti Fauziah, SE, MM, menerima delapan mahasiswa perwakilan beberapa perguruan tinggi yang melakukan aksi demonstrasi di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Senayan, Jakarta., Kamis, (7/10/2021). Mereka mewakili sekitar 300 demonstran mahasiswa dari Universitas Pakuan Bogor, Universitas Pamulang (Unpam), Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), dan Universitas Muhammadiyah Sukabumi,  yang tergabung dalam Konsolidasi Mahasiswa Nasional Indonesia (Komando). 

Didampingi Kepala Biro Sekretariat Pimpinan Setjen MPR Heri Heriawan dan Kepala Bagian Pemberitaan dan Hubungan Antarlembaga Biro Humas dan Sistem Informasi Setjen MPR Budi Muliawan, dengan hangat Siti Fauziah yang akrab disapa Ibu Titi ini langsung membawa delegasi ke Ruang GBHN, Gedung Nusantara V, Kompleks Gedung MPR/DPR untuk melakukan audiensi.

Hukumonline.com

Konsolidasi Mahasiswa Nasional Indonesia menyampaikan aspirasi di Gedung MPR RI. Foto: Istimewa.

“Memang tugas dan fungsi (Tusi) kami di MPR adalah menyerap aspirasi masyarakat termasuk dari para mahasiswa Indonesia.  Kami menyambut hangat kalian semua, kami akan mendengarkan dan menampung aspirasi yang ingin disampaikan, lalu nanti akan kami teruskan kepada Pimpinan MPR,” ujarnya.

Kesempatan tersebut langsung disambut pimpinan delegasi, Presidium Komando Jakarta Selatan, Misbahul Anwar.  Mahasiswa UMJ ini menyampaikan pernyataan sikap dan tuntutan resmi.  Pertama, mendesak pembahasan penataan sistem hukum dan peraturan perundang-undangan berdasarkan Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum.  Kedua,  memastikan Pancasila memiliki fungsi hukum yang mengikat dan memaksa.  Ketiga, meletakkan Pancasila sebagai hierarki tertinggi, wujud dari kepastian Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum.

Salah satu anggota delegasi, Presidium Komando Tangerang Selatan Febriditya Ramdhan atau Adit, mahasiswa Unpam, menjelaskan bahwa tuntutan tersebut lahir tidak secara mendadak, namun, sudah menjadi pembahasan dan perenungan sejak tahun 2018, saat Komando menyelenggarakan acara Konsolidasi Nasional dengan mengundang 48 kampus dari 21 provinsi.  

Hukumonline.com

Konsolidasi Mahasiswa Nasional Indonesia menyampaikan aspirasi di Gedung MPR RI. Foto: Istimewa.
“Dalam acara tersebut, kami menghimpun berbagai permasalahan kebijakan yang ada di daerah masing-masing. Ketika kami telaah dan pahami, lalu kami berpandangan bahwa setiap kebijakan daerah harus demi dan untuk kepentingan rakyat.  Untuk itu, sebagai mahasiswa atas nama Tridharma Perguruan Tinggi, yakni Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, kita meminta Pancasila ditempatkan di hierarki tertinggi sebagai filter dalam perumusan peraturan perundang-undangan yang kemudian menjadi tuntutan kami saat ini,” ujar Adit.

Ada momen yang unik dalam audiensi tersebut.  Ibu Titi dengan gaya khasnya yang lembut, mencoba mencairkan suasana, karena seluruh delagasi mahasiswa terlihat lelah dan tegang. “Ayo diminum dulu, kalian pasti haus seharian berdemo panas-panasan di luar sana, biar rileks, kalian berada di gedung rakyat loh,” ucapnya, seraya tersenyum dan membuka kedua belah tangannya mempersilahkan peserta, mengambil air minum yang telah disediakan.

Menanggapi bunyi tuntutan mahasiswa, Ibu Titi mengatakan bahwa aspirasi telah diterima dengan baik.  “Semua aspirasi akan secepatnya kami sampaikan kepada Pimpinan MPR.  Kita semua berharap yang terbaik untuk bangsa dan negara,” ujarnya.



Di akhir audiensi, Misbahul Anwar menyampaikan apresiasiHukumonline.comKonsolidasi Mahasiswa Nasional Indonesia menyampaikan aspirasi di Gedung MPR RI. Foto: Istimewa.

atas sambutan dan penerimaan dari Setjen MPR RI melalui Ibu Titi, Bapak Heri Heriawan dan Bapak Budi Muliawan.  “Perlu kami sampaikan, aksi dan tuntutan yang kami perjuangkan dan suarakan ini, adalah murni aspirasi kami mahasiswa berdasarkan kepentingan rakyat dan kami pastikan tidak ada yang menunggangi,” ujarnya.