Terbaru

PPATK Siap Periksa Semua WNI yang Masuk Pandora Pappers

PPATK akan bekerja secara profesional untuk melihat dokumen-dokumen mengenai nama-nama orang Indonesia yang terdapat dalam laporan Pandora Pappers.
Oleh:
Mochamad Januar Rizki
Bacaan 3 Menit

“Kami bekerja secara profesional karena sudah diamanatkan Undang Undang. Siapa pun orang Indonesia yang masuk list tersebut harus kami analisis dan periksa,” jelas Dian.

Sementara, Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati menyatakan bahwa data Pandora Papers yang dirilis International Consortium of Investigative Journalis mengungkap skema penghindaran pajak yang dilakukan orang kaya global dan diduga merugikan negara-negara asal.

"Ini seolah membuka kotak pandora perilaku konglomerat dan pejabat yang melakukan penghindaran pajak, ada dampak dari penggelapan pajak ke negara-negara surga pajak tersebut hingga berkontribusi terhadap rendahnya rasio perpajakan," kata Anis seperti dikutip Antara.

Mengenai rasio perpajakan di Indonesia sendiri, Anis mengingatkan bahwa rasio pajak Indonesia tercatat lebih rendah dibanding dengan negara kawasan Asia Pasifik yang mencapai 21 persen, sementara Indonesia berdasarkan LHKPN rasio pajak kita hanya 9,8 persen di 2020 dan 10,2 di 2019.

Untuk itu, ujar dia, sangat penting untuk fokus memperbaiki rasio perpajakan mengingat kondisi fiskal yang semakin berat, apalagi dengan utang negara yang semakin membengkak.

Pandora Papers dinilai menjadi laporan investigasi mengenai “surga pajak” paling luas saat ini, penyelidikan mengungkapkan kesepakatan rahasia dan aset tersembunyi lebih dari 330 politisi dan pejabat publik tingkat tinggi di lebih dari 90 negara dan wilayah, termasuk 35 pemimpin negara. Duta besar, walikota dan menteri, penasihat presiden, jenderal dan gubernur bank sentral muncul di file tersebut.

Pandora Papers merupakan hasil laporan yang diterbitkan The International Consortium of Investigative Journalists (ICIJ) yang berbagi file dengan 150 mitra media, meluncurkan kolaborasi terluas dalam sejarah jurnalisme.  Ruang redaksi nirlaba dan jaringan jurnalis seluruh dunia yang berpusat di Washington DC, Amerika Serikat. Dalam laporan Pandora Papers ini, ICIJ memperoleh lebih dari 11,9 juta catatan keuangan, yang berisi 2,94 terabyte informasi rahasia dari 14 penyedia layanan offshore perusahaan yang mendirikan dan mengelola perusahaan cangkang dan perwalian di “surga pajak” di seluruh dunia.

File-file tersebut mengungkapkan kepemilikan lepas pantai rahasia lebih dari 130 miliarder dari 45 negara termasuk 46 oligarki Rusia. Selain pejabat tinggi negara, nama-nama yang terseret dalam Pandora Papers antara lain bankir, donor politik besar, pedagang senjata, penjahat internasional, bintang pop, kepala mata-mata dan raksasa olahraga.

Berita Terkait