Pojok MPR-RI

Lestari Moerdijat Ajak Mahasiswa Sebarkan Nilai-nilai Kebangsaan

Sosialisasi empat konsensus kebangsaan jangan berhenti di kampus saja, tetapi harus meluas hingga masyarakat. Penyampaian nilai-nilai kebangsaan harus konsisten dan mudah dipahami oleh seluruh elemen bangsa.
Oleh:
Tim Publikasi Hukumonline
Bacaan 2 Menit
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat. Foto: Istimewa.
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat. Foto: Istimewa.

PALOPO - Tugas terberat adalah menyampaikan inti sari nilai-nilai kebangsaan kepada masyarakat, yang sesungguhnya nilai-nilai itu sudah kita miliki sejak dulu. Demikian diungkapkan Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam acara Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di IAIN Palopo, Sulawesi Selatan, Senin (25/10).

Hadir dalam acara tersebut (Rektor Institut Agama Islam Negeri/IAIN) Prof. Dr. Abdul Pirol, M.Ag, Civitas Academica IAIN Palopo, Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Syaharuddin Alrif, Walikota Palopo  H.M. Judas Amir dan Wakil Walikota Makassar Fatmawati Rusdi.

Saat menjawab pertanyaan Presiden BEM IAIN Palopo, terkait cara mengatasi ancaman yang datang terhadap bangsa, Lestari menegaskan bahwa sebagai bangsa kita harus segera memutus penyebaran berbagai ancaman tersebut dengan memperkuat dan menerapkan nilai-nilai kebangsaan yang dimiliki, seperti yang terkandung dalam empat konsensus kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Rerie, sapaan akrab Lestari berpendapat, cara penyampaian nilai-nilai kebangsaan harus mudah dan sederhana, agar inti sari dari nilai-nilai yang akan disampaikan bisa dipahami, untuk kemudian diamalkan.

Menurut Rerie, cara-cara penyampaian dalam sosialisasi empat konsensus kebangsaan yang mudah dipahami, merupakan bagian dari upaya merestorasi cara berperilaku bangsa ini lewat peningkatan pemahaman nilai-nilai kebangsaan oleh masyarakat.

Sesungguhnya, ujar anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, semua orang memiliki adaptive resilience untuk mempertahankan hal-hal yang diyakininya. "Dalam hal mengatasi ancaman terhadap ideologi bangsa, tinggal bagaimana cara kita membangkitkan adaptive resilience dalam diri kita. Kalau semua anak negeri sadar bahwa paham radikalisme itu ancaman, saya yakin kita bisa mencegah paham tersebut meluas," ujarnya.

Rerie berpesan, agar para mahasiswa ikut mengingatkan masyarakat bahwa paham radikalisme tidak tepat untuk bangsa ini. "Sampaikan pesan itu dengan cara yang mudah lewat hal-hal sederhana sesuai dengan tingkat pemahaman masyarakat," ujarnya.