LifeatHukumonline

Mengenal Arkka Dhiratara: Penggawa Teknologi Hukumonline

Mimpi menjadi programmer yang telah dipupuk sejak kecil telah membawa seorang Arkka Dhiratara untuk mengambil langkah besar.
Oleh:
Tim Hukumonline
Bacaan 5 Menit
Foto: Hukumonline
Foto: Hukumonline

Sebagai profesional hukum, apa yang Anda bayangkan ketika membutuhkan dokumen peraturan perundang-undangan?  

Sebelum muncul internet, mungkin buku atau perpustakaan menjadi sumber referensi Anda. Namun, mencari dokumen hukum bukanlah hal yang mudah. Tersebarnya dokumen hukum di berbagai regulator, dapat mempersulit pencarian. Anda bahkan perlu terbang ke kota di mana regulasi tersebut dikeluarkan, seperti peraturan daerah. Bayangkan berapa banyak waktu yang Anda butuhkan pada saat itu?

Beruntung teknologi sudah semakin tersebar. Fenomena Dotcom Bubble (1994-2000) tidak terlepas dari pesatnya perkembangan industri berbasis internet. Dotcom Bubble menjadi awal munculnya antusiasme masyarakat untuk memiliki akses pribadi ke internet. Tren ini yang juga yang menjadi cikal bakal munculnya Hukumonline melakukan upaya reformasi hukum, salah satunya dengan penyediaan akses hukum kepada semua melalui internet.

Lebih dari 21 tahun berdiri, hingga saat ini Hukumonline senantiasa berupaya mengedukasi masyarakat luas dan pelaku bisnis agar terus taat hukum. Hukumonline menyadari bahwa di era disrupsi teknologi, peran teknologi tidaklah terelakkan. Pada tahun 2018, Hukumonline secara resmi merekrut Arkka Dhiratara sebagai Chief Technology Officer (CTO) Hukumonline untuk menjadi penggawa dalam pengembangan teknologi di Hukumonline.

Mari berkenalan lebih jauh dengan Arkka melalui #LifeatHukumonline

Teknologi sejatinya tidak lepas dari kehidupan Arkka. Minat Arkka Dhiratara dalam dunia teknologi telah dimilikinya sejak awal. “Cita-cita saya dari dulu memang mau menjadi programmer, membuat aplikasi, dan nge-coding,” ungkap Arkka.

Minatnya terhadap dunia komputer tumbuh dari relasinya terhadap sang ayah, yang bekerja pada bidang IT atau pada masa tersebut bernama Electronic Data Processing (EDP) di perusahaan perbankan pada saat itu. Memandang sang ayah sebagai panutan, Arkka ingat saat ayahnya menemaninya membeli sebuah game komputer untuk pertama kalinya. Semenjak itu, minatnya terhadap dunia komputer terus bertumbuh.

Mimpi sejak kecil sebagai seorang programmer pada akhirnya telah membawa seorang Arkka Dhiratara untuk mengambil langkah besar. Arkka memilih menempuh pendidikan jurusan teknik informatika, berbeda dari keluarganya yang memiliki latar pendidikan di bidang ekonomi. Nyatanya,  Arkka berhasil membuktikan kepada keluarganya dengan menjadi lulusan terbaik pada saat itu. Selain mendapatkan beasiswa pendidikan dari Kemendikbud, kesuksesan tersebut membawanya menjadi bagian dari Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP-PPP) pada tahun 2010-2014.