Terbaru

Apa Itu FWB dan Sejumlah Risiko Hukumnya

FWB menjadi istilah yang semakin populer di kota besar. Meski dilakukan suka sama suka, pelaku FWB mungkin dapat terjerat sejumlah ancaman pidana.
Oleh:
Tim Hukumonline
Bacaan 3 Menit
Ilustrasi FWB. Sumber: pexels.com
Ilustrasi FWB. Sumber: pexels.com

Saat ini, FWB menjadi istilah yang berseliweran di media sosial dan banyak digunakan oleh banyak kalangan. Termasuk, oleh para remaja di bawah umur.

FWB itu apa, sih? Istilah ini sendiri merupakan singkatan dari friends with benefits. Kata ini menggambarkan sebuah fenomena hubungan di luar pernikahan, di mana para pihak yang terlibat nyaman untuk terus melakukan aktivitas seksual tanpa ikatan komitmen. Meskipun tampak menyenangkan, tanpa disadari ada sejumlah ancaman pidana yang mungkin menjerat pelakunya.

Apa Itu FWB?

Sejumlah pakar telah berusaha merumuskan definisi operasional bagi FWB. Bisson dan Levine mengartikan friends with benefit atau FWB adalah pertemanan lawan jenis yang unik karena melibatkan hubungan seksual tanpa komitmen, perasaan cinta, atau dorongan untuk melanjutkan hubungan tersebut ke arah hubungan romantis.

Kemudian, Wentland dan Reissing berpendapat bahwa FWB merupakan salah satu tipe hubungan seksual modern alias casual sex.

Selanjutnya. Gusarova dkk. mengungkapkan bahwa FWB artinya sebuah hubungan yang berawal dari persahabatan atau perkenalan yang kemudian berlanjut pada beberapa tingkatan.

Dalam konteks ini, keintiman yang dimaksud merupakan keintiman seksual untuk jangka waktu yang tidak ditentukan. Kemudian, bagi pelakunya atau kedua individu yang menjalaninya, hubungan ini dianggap sebagai hubungan non-dating.

Saat ini, hubungan seks di luar nikah tentu dianggap tabu oleh masyarakat, karena tidak sesuai dengan norma. Akan tetapi faktanya, FWB bukanlah hal baru bagi sebagian orang di kota besar.

Berita Terkait