Pojok MPR-RI

Lestari Moerdijat Sebut Peran Penting Arkeolog Bangkitan Nila Kebangsaan

Arkeologi memiliki peran penting dalam proses pemahaman wawasan dan nilai-nilai kebangsaan warga negara, melalui pengungkapan fakta perjalanan bangsa di masa lalu.
Oleh:
Tim Publikasi Hukumonline
Bacaan 2 Menit
 Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat. Foto: Istimewa.
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat. Foto: Istimewa.

JAKARTA - Peran arkeologi sangat signifikan dengan menemukan dan menyajikan kembali rangkaian kejayaan bangsa kita di masa lalu, bahwa bangsa kita adalah bangsa besar. Demikian dikatakan Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, saat menjadi narasumber dalam bincang-bincang Kongres Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI) 2021, bertema Wawasan Kebangsaan dan Pemajuan Kebudayaan, di Jakarta, Rabu (24/11).

Menurut Lestari, saat ini bangsa Indonesia sedang mengalami krisis multidimensi yang menyebabkan berbagai perubahan di berbagai sektor, baik politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan. Situasi ini, ujar Rerie, sapaan akrab Lestari, harus dicermati agar budaya bangsa kita tidak terus tergerus oleh perubahan yang terjadi saat ini.

"Kita hadapi perubahan ini sebagai tantangan. Tinggal bagaimana kita sebagai anak bangsa untuk tetap memiliki konsensus sebagai satu bangsa," ujar Rerie.

Menurut Rerie, yang juga anggota DPR RI dari Dapil II Jawa Tengah itu, arkeologi berdasarkan catatan Bapak Arkeologi Indonesja, Prof Mundardjito, memiliki banyak peran, antara lain bisa sebagai sumber ide dalam pembangunan, sumber simbol budaya bangsa dan bisa menghadirkan berbagai fakta kejayaan bangsa di masa lalu.

Merealisasikan sejumlah peran tersebut, ujarnya, menjadi tantangan para arkeolog dalam rangka melestarikan peninggalan-peninggalan budaya  yang ada, baik berupa peninggalan benda maupun tak benda.

Warisan budaya, tegas Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, harus dimaknai sebagai sumber daya yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia Indonesia sebagai satu bangsa.

Menurut Rerie, manajemen sumber daya kita harus memiliki tata kelola yang baik dan membutuhkan peran arkeologi di dalamnya.

"Tujuannya agar dapat menunjukkan berbagai kejayaan bangsa kita di masa lalu sebagai inspirasi warga negara untuk mewujudkannya kembali di masa kini," kata Rerie.