Tajuk

Justice for all

Keadilan tetap harus ditegakkan walau langit runtuh. Keadilan harus tetap menjadi sendi kehidupan kenegaraan walau meriam berdentum. Begitulah, ide keadilan melanda pemikiran kehidupan kenegaraan dan kemasyarakatan dari abad ke abad, yang beranjak dari ketidakadilan empiris, dari sejak teori-teori Aristoteles, keadilan ala Marxis sampai dengan ide paling gres tentang hubungan ketidakadilan dengan gender.

Ignorance

Sulit betul mencari padanan dari kata ignorance dalam bahasa Indonesia yang baik dan dalam konteks sospolekbudkum (sosial politik ekonomi budaya hukum) Indonesia. Ungkapan gitu aja kok repot, masa bodoh, bukan urusan saya, biarin saja atau emang gue pikirin, juga tidak tepat amat.

Elite dan Institusi

Jatuhnya rezim penguasa di manapun biasanya diikuti oleh sorak kemenangan siapapun yang mengklaim menjadi bagian dari perjuangan mendongkrak rezim lama. Pesta kemenangan, klaim kemenangan, tepuk dada dan suasana euforia tentu dimaklumi. Selanjutnya, masih dalam suasana pesta kemenangan, sang pemenang biasanya segera saja secara sistimatis melakukan penghancuran institusi warisan rezim lama dan pembersihan orang-orang rezim lama, pengaruh dan suasana kehidupannya. Semua yang berbau rezim lama akan dieliminasi, dihujat, dan dilecehkan.

Masyarakat Madani

Dalam banyak konteks diskusi, terbentuknya masyarakat madani dikaitkan dengan kehadiran nyata dari kelas menengah yang mempengaruhi bahkan menakhodai dan memotori proses demokratisasi suatu negara.
AS

Akuntabilitas Publik

Akuntabilitas publik mensyaratkan bahwa kebijakan administratif, etis, dan keuangan dari pejabat atau instansi publik harus transparan untuk diperiksa, disoroti, bahkan ditantang apakah manfaatnya memang untuk kepentingan umum. Akuntabilitas publik karenanya menjadi poros utama dari suatu pemerintahan demokratis dengan sistem perwakilan.

Hukumonline

Dalam tradisi wayang kulit Jawa, jika dalang sudah melakukan suluk (nyanyian awal dalang): bumi bergetar dan langit bercahaya karena kilat menyambar-nyambar, dan kemudian wayang gunungan berkelebat melintasi layar, merefleksikan bayangan kehidupan. Artinya suatu babak baru kehidupan dimulai, yang juga bisa berarti berakhirnya suatu kehidupan yang lain. `