Kausar Adjab Khan: None yang Memilih Profesi Advokat Ketimbang Artis
Prof. Dr. Jan Michiel Otto: Ahli Hukum Indonesia Harus Sering Kaji Putusan
Rivai Kusumanegara: Advokat Pro Bono Akan Dapat Penghargaan
Rangga Lukita: Adanya Putusan MK Bukan Berarti Advokat Kebal Hukum
Noveleta Putri Ria Dinar: Model ‘Banting Stir’ Jadi Advokat
Tony Budidjaja: Ujian Advokat Asing Harus Ada Rambunya
Adrian Djuaini: INI Layak Sebagai Wadah Tunggal
Mualimin Abdi: Sepuluh Tahun Mengawal Kepentingan Pemerintah di MK
David Abraham: Pengacara Indonesia Keturunan Yahudi
Devy Meyliana: Cumlaude dan Persaingan Usaha
Imam Nasima: Semangat Mereformasi Peradilan Indonesia dari Belanda
Teguh Satya Bhakti: Hakim Muda, Pembatal SK Dua Hakim Konstitusi
Abdulhamid Dipopramono: Kejaksaan, Website Lembaga Hukum Terbaik
Dr Yuswanto SH, MH: Saatnya Fakultas Hukum Terapkan Problem-based Learning
I Dewa Gede Palguna: Apa yang Telah Kita Perjuangkan, Hancur dalam Satu Detik
Valentino Simanjuntak: Komentator ‘Jebret’ Bergelar SH, MH
Boy Marjinal: Sarjana Hukum yang Nge-Punk
Setyo Heriyanto: Agar Sehat, Koperasi Butuh Good Corporate Governance
Toar Palilingan: Pola Pikir Mahasiswa Hukum Daerah Perlu Diubah
Soedeson Tandra: Kalau Tak Dilindungi, Kurator Mudah Dikriminalisasi
Humphrey Djemat: Mencetak Advokat Pejuang Melalui TKI
Sony Heru Prasetyo: Penataan IUP Terus Dilakukan
Bahrin Lubis: Kode Etik Panitera untuk Cegah Penyimpangan
Kepala ANRI M. Asichin: Arsip Bisa Menjadi Bukti Hukum
Yudi Kristiana: Betah di KPK Karena ‘Trauma’ Intervensi
Indra Safitri: HKHPM Minta Pengakuan OJK

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua