Kekayaan Intelektual

Bisakah Ide Bisnis Diberikan Perlindungan Kekayaan Intelektual?

Bacaan 5 Menit
Bisakah Ide Bisnis Diberikan Perlindungan Kekayaan Intelektual?

Pertanyaan

Saya punya ide mengenai konsep perdagangan online (semacam marketplace) namun berbeda dengan yang sudah ada lazimnya. Apakah ide/konsep bisnis ini bisa didaftarkan paten?

Intisari Jawaban

circle with chevron up

Jika Anda baru sampai pada suatu ide/konsep dan belum dituangkan menjadi suatu karya, produk atau proses, maka ide Anda tersebut tidak akan mendapatkan perlindungan hukum hak cipta ataupun hak paten dan tidak dapat dicatatkan atau didaftarkan pada Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual. Akan tetapi, business model Anda bisa jadi termasuk dalam kategori rahasia dagang yang dilindungi oleh hukum, dan untuk ini tidak memerlukan pendaftaran.

Sebelum Anda mewujudnyatakan ide Anda menjadi suatu karya atau produk yang dapat memperoleh perlindungan kekayaan intelektual, kami menyarankan, hindari mendiskusikan ide Anda dengan orang lain. Sebab, jangan sampai orang lain  mengambil ide Anda dan kemudian mewujudkannya sendiri.

Penjelasan lebih lanjut dapat Anda baca ulasan di bawah ini.

Ulasan Lengkap

 

Artikel ini adalah pemutakhiran dari artikel dengan judul sama yang dibuat oleh Risa Amrikasari S.S., S.H., M.H. dan dipublikasikan pertama kali pada 5 Februari 2016.

 

Bisakah Ide Bisnis Diberikan Perlindungan Kekayaan Intelektual?

Jika memiliki ide bagus sudah pasti Anda ingin memastikan bahwa tidak ada orang lain yang mengambil dan mengklaim itu sebagai milik mereka. Kekayaan intelektual dilindungi dan diatur oleh berbagai aturan hukum berupa undang-undang bergantung pada apa ide tersebut, di mana dan kapan diwujudkan, dalam bentuk apa, dan masih banyak faktor lain yang menentukan.

Pertanyaan mengenai apakah suatu ide atau konsep bisa mendapatkan perlindungan hukum kekayaan intelektual telah seringkali kita dengar dan sebenarnya ini telah menjadi pertanyaan banyak orang di seluruh dunia karena sebuah ide tentu saja memiliki nilai yang tinggi bagi pemiliknya. Sayangnya, dalam hukum di Indonesia, ide saja tanpa diwujudkan dalam bentuk nyata tidak mendapatkan perlindungan hukum hak cipta maupun hak paten.

UU Hak Cipta mengatur bahwa ciptaan adalah setiap hasil karya cipta di bidang ilmu pengetahuan, seni, dan sastra yang dihasilkan atas inspirasi, kemampuan, pikiran, imajinasi, kecekatan, keterampilan, atau keahlian yang diekspresikan dalam bentuk nyata.[1]

Sedangkan UU Paten mengatur bahwa invensi adalah ide inventor yang dituangkan ke dalam suatu kegiatan pemecahan masalah yang spesifik di bidang teknologi dapat berupa produk atau proses, atau penyempurnaan dan pengembangan produk atau proses.[2]

Bagi kebanyakan bisnis, business model berisi informasi bisnis rahasia seperti penemuan rahasia, teknis pelaksanaan, keuangan, rincian produksi, dan pemasaran. Ini menjadi informasi bisnis yang eksklusif dan signifikan. Dalam perlindungan hukum kekayaan intelektual, hal ini dikenal sebagai rahasia dagang.

Business model bisa menjadi sebuah dokumen rahasia yang tidak dapat sembarangan diungkapkan kepada orang lain bahkan kepada calon rekan bisnis atau investor sebelum mereka menandatangani Non-Disclosure Agreement atau perjanjian kerahasiaan.

 

Business Model Dilindungi Rahasia Dagang

Indonesia juga telah memiliki undang-undang yang mengatur mengenai rahasia dagang, yaitu UU Rahasia Dagang. Yang dimaksud dengan rahasia dagang adalah informasi yang tidak diketahui oleh umum di bidang teknologi dan/atau bisnis, mempunyai nilai ekonomi karena berguna dalam kegiatan usaha, dan dijaga kerahasiaannya oleh pemilik rahasia dagang.[3]

Apa saja lingkup perlindungan rahasia dagang? Lingkup perlindungan rahasia dagang meliputi metode produksi, metode pengolahan, metode penjualan, atau informasi lain di bidang teknologi dan/atau bisnis yang memiliki nilai ekonomi dan tidak diketahui oleh masyarakat umum.[4]

Syarat untuk mendapatkan perlindungan rahasia dagang jika informasi tersebut bersifat rahasia, mempunyai nilai ekonomi, dan dijaga kerahasiaannya melalui upaya sebagaimana mestinya, dengan rincian penjelasan sebagai berikut:[5]

  1. Rahasia, apabila informasi tersebut hanya diketahui oleh pihak tertentu atau tidak diketahui secara umum oleh masyarakat.
  2. Memiliki nilai ekonomi, apabila sifat kerahasiaan informasi tersebut dapat digunakan untuk menjalankan kegiatan atau usaha yang bersifat komersial atau dapat meningkatkan keuntungan secara ekonomi.
  3. Dijaga kerahasiaannya, apabila pemilik atau para pihak yang menguasainya telah melakukan langkah-langkah yang layak dan patut.

Menjawab pertanyaan Anda, jika Anda baru sampai pada suatu ide/konsep dan belum dituangkan menjadi suatu karya, produk atau proses, maka ide Anda tersebut tidak akan mendapatkan perlindungan hukum hak cipta ataupun hak paten dan tidak dapat dicatatkan atau didaftarkan pada Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual. Akan tetapi, business model Anda bisa jadi termasuk dalam kategori rahasia dagang yang dilindungi oleh hukum, dan untuk ini tidak memerlukan pendaftaran.

Baca juga: Cara Mempertahankan dan Membuktikan Rahasia Dagang

Sebelum Anda memiliki kesempatan untuk secara memadai mengamankan ide Anda menjadi suatu karya atau produk yang dapat memperoleh perlindungan kekayaan intelektual, kami menyarankan, hindari mendiskusikan ide Anda dengan orang lain.

Anda harus berhati-hati dalam membagi informasi penting dan tidak mempromosikan ide Anda dalam segala macam forum publik sampai Anda benar-benar mewujudkan dan melindunginya karena siapa pun dapat mengambil ide Anda dan kemudian mewujudkannya sendiri.

Seluruh informasi hukum yang ada di Klinik hukumonline.com disiapkan semata – mata untuk tujuan pendidikan dan bersifat umum (lihat Pernyataan Penyangkalan selengkapnya). Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan Konsultan Mitra Justika.

 

Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.

 

Dasar Hukum:

  1. Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2000 tentang Rahasia Dagang;
  2. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta;
  3. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2016 tentang Paten;
  4. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

[3] Pasal 1 angka 1 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2000 tentang Rahasia Dagang (“UU Rahasia Dagang”)

[4] Pasal 2 UU Rahasia Dagang

[5] Pasal 3 UU Rahasia Dagang

Tags: