Teknologi

Jerat Pidana Mengakses E-Mail Orang Lain Tanpa Izin

Bacaan 6 Menit
Jerat Pidana Mengakses <i>E-Mail</i> Orang Lain Tanpa Izin

Pertanyaan

Seseorang yang dengan sengaja membuka/mengakses e-mail milik orang lain tanpa dikehendaki oleh orang yang memiliki e-mail itu, apa bisa dijerat dengan Undang-Undang ITE? Dan apakah e-mail itu termasuk dalam sistem elektronik sebagaimana dimaksud dalam pasal 30 ayat (1) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE? Mohon penjelasannya. Terima kasih.

Intisari Jawaban

circle with chevron up
?
Menurut hemat kami, e-mail tidak termasuk dalam sistem elektronik sebagaimana dijelaskan dalam Pasal 1 angka 5 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (?UU 19/2016?). Untuk itu, perlu dilihat definisi dari informasi elektronik pada Pasal 1 angka 1 UU 19/2016 berikut ini:
?
Informasi Elektronik adalah satu atau sekumpulan data elektronik, termasuk tetapi tidak terbatas pada tulisan, suara, gambar, peta, rancangan, foto, electronic data interchange (EDI), surat elektronik (electronic mail), telegram, teleks, telecopy atau sejenisnya, huruf, tanda, angka, Kode Akses, simbol, atau perforasi yang telah diolah yang memiliki arti atau dapat dipahami oleh orang yang mampu memahaminya.
?
Secara eksplisit telah disebutkan bahwa surat elektronik (electronic mail atau e-mail) termasuk ke dalam informasi elektronik. Jadi menjawab pertanyaan Anda, e-mail tidak termasuk ke dalam sistem elektronik, melainkan disebut sebagai informasi elektronik.
?
Kemudian, apakah seseorang yang dengan sengaja membuka/mengakses e-mail milik orang lain tanpa dikehendaki oleh orang yang memiliki e-mail itu bisa dijerat pidana?
?
Ketentuan yang dapat digunakan adalah Pasal 30 ayat (2) UU ITE berikut ini:
?
Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses Komputer dan/atau Sistem Elektronik dengan cara apapun dengan tujuan untuk memperoleh Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik.
?
Jadi dapat dipahami juga bahwa terdapat ancaman pidana apabila seseorang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses komputer dan/atau sistem elektronik dengan tujuan untuk memperoleh informasi elektronik (e-mail termasuk ke dalamnya) yaitu dengan pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 700 juta.
?
Penjelasan lebih lanjut dapat Anda simak dalam ulasan di bawah ini.
?

Ulasan Lengkap

 
Perlu dipahami terlebih dahulu definisi e-mail yang kami kutip dari Black’s Law Dictionary 9th Edition (hal. 598), dijelaskan sebagai berikut:
 
A communication exchanged between people by computer, through either a local area network or the Internet.
 
E-mail Adalah Informasi Elektronik
Selanjutnya, kami akan membahas apakah e-mail termasuk ke dalam sistem elektronik atau tidak. Pengertian sistem elektronik menurut Pasal 1 angka 5 UU 19/2016 adalah sebagai berikut:
 
Sistem Elektronik adalah serangkaian perangkat dan prosedur elektronik yang berfungsi mempersiapkan, mengumpulkan, mengolah, menganalisis, menyimpan, menampilkan, mengumumkan, mengirimkan, dan/atau menyebarkan Informasi Elektronik.
 
Berdasarkan definisi tersebut, menurut hemat kami, e-mail tidak termasuk dalam sistem elektronik. Untuk itu, perlu dilihat definisi dari informasi elektronik pada Pasal 1 angka 1 UU 19/2016 berikut ini:
 
Informasi Elektronik adalah satu atau sekumpulan data elektronik, termasuk tetapi tidak terbatas pada tulisan, suara, gambar, peta, rancangan, foto, electronic data interchange (EDI), surat elektronik (electronic mail), telegram, teleks, telecopy atau sejenisnya, huruf, tanda, angka, Kode Akses, simbol, atau perforasi yang telah diolah yang memiliki arti atau dapat dipahami oleh orang yang mampu memahaminya.
 
Secara eksplisit telah disebutkan bahwa surat elektronik (electronic mail atau e-mail) termasuk ke dalam informasi elektronik. Jadi menjawab pertanyaan Anda, e-mail tidak termasuk ke dalam sistem elektronik, melainkan disebut sebagai informasi elektronik.
 
Pidana Jika Mengakses E-mail Orang Lain Tanpa Hak atau Melawan Hukum
Kemudian, apakah seseorang yang dengan sengaja membuka/mengakses e-mail milik orang lain tanpa dikehendaki oleh orang yang memiliki e-mail itu apa bisa dijerat pidana?
 
Ketentuan yang dapat digunakan adalah Pasal 30 ayat (2) UU ITE berikut ini:
 
Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses Komputer[1] dan/atau Sistem Elektronik dengan cara apapun dengan tujuan untuk memperoleh Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik.
 
Jadi dapat dipahami juga bahwa terdapat ancaman pidana apabila seseorang yang memiliki tujuan untuk memperoleh informasi elektronik (e-mail termasuk ke dalamnya) yang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses komputer dan/atau sistem elektronik dengan cara apapun, yaitu pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 700 juta.[2]
 
Oleh karena ketentuan dalam Pasal 46 ayat (2) UU ITE merupakan delik biasa, maka setiap orang dapat membuat laporan tentang adanya tindak pidana tersebut dan menyampaikannya kepada Penyidik Pejabat Polisi Negara Republik Indonesia atau Penyidik Pegawai Negeri Sipil untuk diproses lebih lanjut.[3]
 
Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.
 
Dasar hukum:

 

 

[1] Komputer adalah alat untuk memproses data elektronik, magnetik, optik, atau sistem yang melaksanakan fungsi logika, aritmatika, dan penyimpanan (Pasal 1 angka 14 UU 19/2016).
[2] Pasal 46 ayat (2) UU ITE
[3] Pasal 43 ayat (1) dan ayat (5) huruf a UU 19/2016