Perlindungan Konsumen

Hukum Menerima Paket dari Pengirim yang Tidak Jelas

Bacaan 4 Menit
Hukum Menerima Paket dari Pengirim yang Tidak Jelas

Pertanyaan

Saya pernah menerima paket dari luar negeri berupa produk kosmetik. Saya tidak pernah memesan produk tersebut, tiba-tiba ada yang mengirimkan entah siapa ke alamat saya. Yang saya takutkan ada pihak lain yang merasa dirugikan dari paket tersebut. Sampai sekarang saya masih mencari tahu siapa pelaku di balik paket tersebut. Apakah menerima paket yang tidak jelas dan kemungkinan ada berbau kriminal bisa dikategorikan pidana? Mohon bantuannya, terima kasih.

Intisari Jawaban

circle with chevron up

Ulasan Lengkap

Dalam kasus yang Anda alami, kami kurang memahami bagaimanakah proses paket tersebut hingga sampai di tangan Anda, apakah melalui jasa pelayanan pengiriman atau kurir. Atau, dimungkinkan terjadinya salah pengiriman adalah karena pemberian alamat yang salah oleh pengguna jasa pelayanan pengiriman (pengirim).

 

Dalam hal Anda menerima kiriman paket yang tidak jelas dan kemungkinan berbau kriminal, Anda tidak akan dikenakan pidana karena hal tersebut bukanlah kesalahan Anda. Sesuai dengan asas hukum pidana, geen straf zonder schuld (tiada hukuman tanpa kesalahan), Anda tidak dapat dikenakan pidana karena tidak melakukan kesalahan apapun dengan menerima paket yang tidak Anda ketahui asal usulnya.

 

Jika kesalahan pengiriman terjadi karena kesalahan penyelenggara jasa pelayanan pengiriman atau penyelenggara Pos, sesuai Pasal 31 UU No. 38 Tahun 2009 tentang Pos, penyelenggara pos memiliki kewajiban sebagai berikut :

 

(1)     Penyelenggara Pos wajib memberikan ganti rugi atas kerugian yang dialami oleh pengguna layanan pos akibat kelalaian dan/atau kesalahan Penyelenggara Pos.

(2)     Tuntutan ganti rugi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak berlaku jika kehilangan atau kerusakan terjadi karena bencana alam, keadaan darurat, atau hal lain di luar kemampuan manusia.

(3)     Ganti rugi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan oleh Penyelenggara Pos sesuai kesepakatan antara pengguna layanan pos dan Penyelenggara Pos.

(4)     Ganti rugi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak ditanggung oleh Penyelenggara Pos apabila:

a.   kerusakan terjadi karena sifat atau keadaan barang yang dikirim; atau

b.   kerusakan terjadi karena kesalahan atau kelalaian pengguna layanan pos.

(5)     Tenggang waktu dan persyaratan yang harus dipenuhi untuk memperoleh ganti rugi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan berdasarkan kesepakatan antara Penyelenggara Pos dan pengguna layanan pos.

(6)     Barang yang hilang dan ditemukan kembali diselesaikan berdasarkan kesepakatan antara Penyelenggara Pos dan pengguna layanan pos.

 

 

 

Jadi, dalam hal adanya kesalahan pengiriman paket bukanlah tanggung jawab penerima, tapi dimungkinkan adalah kesalahan jasa pelayanan pengiriman atau pengirim yang salah memberikan alamat.

 

Sekedar saran, menurut kami lebih baik Anda menghubungi pihak jasa pelayanan pengiriman atau penyelenggara pos yang mengirimkan paket tersebut kepada Anda untuk menginformasikan bahwa telah terjadi kesalahan pengiriman. Kiriman paket tersebut dapat Anda kembalikan atau diambil oleh pihak jasa pelayanan pengiriman atau penyelenggara pos untuk dapat dilakukan tindakan lebih lanjut dan mengirimkannya kepada yang berhak menerimanya.

 

Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.

 

Dasar Hukum :

Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2009 tentang Pos

 

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline