Pidana

Masalah perzinahan

Bacaan 2 Menit
Masalah perzinahan

Pertanyaan

1.Bagaimanakah bila seseorang yang dituntut oleh suaminya telah melakukan zina tanpa adanya barang bukti tetapi telah membuat pengakuan didalam BAP (tanpa adanya sumpah). Dan bagaimanakah tuntutan tersebut apabila statusnya telah bercerai, tetapi si suami belum mencabut tuntutannya. Apakah tuntutan tersebut dapat diteruskan atau tidak, mengingat statusnya telah cerai. 2. Apakah BAP tersebut dapat dijadikan barang bukti ? padahal pada saat itu ada kesepakatan damai (dijanjikan damai oleh polisi yang memeriksa), makanya adanya pengakuan di BAP tersebut. Setelah adanya pengakuan tersebut memang terjadi kesepakatan damai. Tetapi sebulan kemudian si suami tidak terima karena tidak puas dan ingin membuka kembali kasus tersebut. Kemudian setelah ada pembicaran si suami mau damai lagi asalkan si istri mau mencabut gugatan cerai terhadap dirinya. Tetapi si istri tidak mau. Bagaimanakah posisi si istri apakah dia dapat meneruskan gugatan cerainya?

Ulasan Lengkap

Berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, dalam hal ini Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), seseorang yang dituntut tersebut  tetap akan menjalani seluruh tahap yang ada atau prosedur yang sesuai dengan yang telah ditentukan dalam peraturan perundang-undangan.

 

 

Di dalam ps. 284 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dinyatakan bahwa pemahaman pelaku dalam perbuatan zina adalah bahwa salah satu pihak (atau kedua belah pihak) yang dinyatakan melakukan perbuatan zina masih terikat dalam ikatan perkawinan. Berdasarkah hal tersebut, apabila status si isteri telah bercerai, maka tuntutan si suami atas dasar perzinaan terhadap si isteri tidak dapat dilanjutkan lagi. Kemudian, berdasarkan ps. 184 KUHAP, yang termasuk dalam alat bukti yang sah dalam perkara pidana adalah keterangan saksi, keterangan ahli, surat, petunjuk dan keterangan terdakwa. Dengan demikian BAP bukanlah merupakan alat bukti yang sah dalam suatu perkara pidana.

 

 

Berkaitan dengan permasalahan hukum sebagaimana dimaksud di atas, maka isteri tidak dapat melanjutkan gugatan cerai yang diketahuinya atas hal tersebut telah terjadi kesepakatan perdamaian. Namun si isteri dapat saja mengajukan gugatan cerai baru dengan dasar alasan-alasan perceraian yang baru.

Tags: