Pidana

Bolehkah Korban Menerapkan Denda 10 Kali Harga Barang Kepada Pencuri?

Bacaan 3 Menit
Bolehkah Korban Menerapkan Denda 10 Kali Harga Barang Kepada Pencuri?

Pertanyaan

1. Bolehkah memberikan sanksi denda 10 kali lipat dari harga barang yang dicuri kepada pelaku? 2. Jika boleh, apakah ada dasar hukumnya?

Ulasan Lengkap

Jika yang Anda maksudkan adalah pengenaan denda oleh Anda/pemilik barang sebagai bentuk ganti rugi atas kerugian yang Anda alami, Anda bisa saja membuat kesepakatan di luar proses hukum yang ada supaya pelaku pencurian tersebut memberikan pengembalian senilai kerugian materiil maupun imateriil yang Anda derita.

 

Akan tetapi, jika denda yang Anda maksud adalah denda sebagaimana diatur dalam Pasal 362 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”), maka pengenaan pidana berdasarkan pasal tersebut adalah menjadi kewenangan pengadilan untuk memutus.

 

Selengkapnya Pasal 362 KUHP berbunyi:

 

Barang siapa mengambil barang sesuatu, yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain, dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum, diancam karena pencurian, dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana denda paling banyak sembilan ratus rupiah.

 

Dari ketentuan Pasal 362 KUHP jelas bahwa sanksi untuk tindak pidana pencurian ini adalah pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana denda paling banyak sembilan ratus rupiah.

 

Dengan demikian memang ada sanksi pidana denda yang dapat dikenakan pada pelaku pencurian. Namun, terkait dengan jumlah dendanya, sesuai Pasal 3 Peraturan Mahkamah Agung No. 02 Tahun 2012 tentang Penyesuaian Batasan Tindak Pidana Ringan dan Jumlah Denda dalam KUHPjumlah maksimum hukuman denda yang diancamkan dalam pasal tersebut dilipatgandakan menjadi 1.000 (seribu) kali.

 

Pengenaan pidana berdasarkan Pasal 362 KUHP ini tidak ditentukan oleh besar kecilnya nilai barang yang dicuri, tapi ditentukan oleh putusan pengadilan sesuai tuntutan jaksa berdasarkan pasal yang digunakan untuk menuntut. Karena pencurian adalah termasuk delik biasa, bukan delik aduan, maka proses pidananya akan tetap dilanjutkan. Kemudian, denda yang dikenakan oleh pengadilan ini adalah salah satu bentuk hukuman pidana.

 

Di sisi lain, Anda juga dapat menempuh jalur hukum perdata untuk memperoleh ganti kerugian ini antara lain dengan mendasarkan pada Perbuatan Melawan Hukum. Lebih jauh simak artikel Bagaimana Cara Menuntut Ganti Rugi Jika Menjadi Korban Tindak Pidana?

 
Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.
 

Dasar hukum:

1.      Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (Wetboek van Strafrecht, Staatsblad 1915 No 73);

2.      Peraturan Mahkamah Agung No. 02 Tahun 2012 tentang Penyesuaian Batasan Tindak Pidana Ringan dan Jumlah Denda dalam KUHP

  

Tags: