Perdata

Meminta Pengembalian Uang Karena Penjual Bukan Pemilik Barang

Bacaan 3 Menit
Meminta Pengembalian Uang Karena Penjual Bukan Pemilik Barang

Pertanyaan

Saya membeli tanah dan bangunan atau rumah dengan Bapak S Rp145 juta. Saya sudah DP Rp20 juta dan saya lihat akta jual beli atas nama orang tuanya tetapi bapak S menyatakan bahwa rumah itu miliknya 100% dikarenakan waktu pembuatan surat bapak S tidak memiliki KTP. Akhirnya memakai KTP orangtuanya yang sudah tua. Ternyata setelah saya bertemu dengan saudara-saudara dari Bapak S dikatakan bahwa rumah itu bukan milik bapak S, melainkan benar-benar milik orang tua dari Bapak S. Pertanyaannya, saya sudah merasa dirugikan waktu, dipersulit dan dibohongi.. Saya bukan mau membatalkan tetapi saya ingin uang saya kembali akibat telah dibohongi oleh bapak S.. Bagaimana agar uang DP Rp20 juta saya bisa kembali?

Ulasan Lengkap

  

Berdasarkan Pasal 1457 dan Pasal 1458 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (“KUHPer”), jual beli adalah perjanjian dimana pihak yang satu mengikatkan diri untuk menyerahkan suatu benda dan pihak yang lain mengikatkan diri untuk membayar harga yang telah disepakati. Jual beli dianggap telah terjadi pada saat dicapai kesepakatan antara penjual dan pembeli mengenai benda dan harganya, meskipun bendanya belum diserahkan dan harganya belum dibayar.

 

Oleh karena itu, pada saat Anda dan penjual setuju dengan harga dan bendanya, jual beli tersebut telah terjadi, dan sebagaimana perjanjian pada umumnya, perjanjian yang dibuat secara sah berlaku sebagai undang-undang bagi mereka yang membuatnya dan tidak dapat ditarik kembali selain dengan kesepakatan dari kedua belah pihak (Pasal 1338 KUHPer).

 

Lebih lanjut, berdasarkan Pasal 1464 KUHPer, dikatakan bahwa jual beli yang dilakukan dengan memberi uang panjar tidak dapat membuat salah satu pihak membatalkan jual beli tersebut dengan menyuruh memiliki atau mengembalikan uang panjarnya. Dengan ini berarti Anda sebagai pembeli tidak dapat membatalkan jual beli tersebut dengan meminta pengembalian uang panjar.

 

Akan tetapi, karena dalam hal ini penjual bukanlah pemilik dari tanah serta bangunan tersebut maka Anda sebagai pembeli dilindungi oleh undang-undang.Yaitu berdasarkan Pasal 1471 KUHPer jual beli atas benda milik orang lain (tanah dan bangunan orangtua Bapak Santo) adalah batal, dan atas kebatalan tersebut, Anda dapat meminta penggantian biaya, kerugian dan bunga, dengan syarat bahwa sebelum terjadinya jual beli tersebut, Anda tidak tahu bahwa tanah dan bangunan tersebut bukan milik Bapak Santo.

 

Pasal 1471 KUHPer:

Jual beli atas barang orang lain adalah batal dan dapat memberikan dasar kepada pembeli untuk menuntut penggantian biaya, kerugian dan bunga, jika ia tidak mengetahui bahwa barang itu kepunyaan orang lain.


Berdasarkan penjelasan di atas, maka Anda tidak dapat meminta kembali uang muka/down payment (DP) yang telah Anda bayarkan, tetapi Anda dapat menuntut
penggantian biya, kerugian dan bunga atas jual beli yang batal tersebut. Soal bagaimana cara menentukan bunga, biaya dan kerugian, silakan simak Menentukan Bunga dan Denda dalam Wanprestasi.

 

Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.

 
Dasar Hukum:

Kitab Undang-Undang Hukum Perdata

 
Tags: