KlinikBerita
New
Hukumonline Stream
Data PribadiJurnal
Personalisasi
Halo,
Anda,

Segera Upgrade paket berlangganan Anda.
Dapatkan fitur lebih lengkap
Profil
Ada pertanyaan? Hubungi Kami
Bahasa
id-flag
en-flag

Peran Kekayaan Intelektual sebagai Pendorong Tercapainya SDGs

Share
Kekayaan Intelektual

Peran Kekayaan Intelektual sebagai Pendorong Tercapainya SDGs

Peran Kekayaan Intelektual sebagai Pendorong Tercapainya SDGs
Muhammad Raihan Nugraha, S.H.Si Pokrol

Bacaan 10 Menit

Peran Kekayaan Intelektual sebagai Pendorong Tercapainya SDGs

PERTANYAAN

Bagaimana kekayaan intelektual dapat mendorong pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs)?

DAFTAR ISI

    INTISARI JAWABAN

    Sustainable Development Goals (SDGs) atau tujuan pembangunan berkelanjutan adalah agenda pembangunan global untuk mengakhiri kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan, dan melindungi planet, melalui pencapaian 17 tujuan sampai tahun 2030. Lantas, apa peran kekayaan intelektual dalam rangka mendorong tercapainya SDGs?

    Penjelasan lebih lanjut dapat Anda simak ulasan di bawah ini.

    ULASAN LENGKAP

    Terima kasih atas pertanyaan Anda.

    Seluruh informasi hukum yang ada di Klinik hukumonline.com disiapkan semata – mata untuk tujuan pendidikan dan bersifat umum (lihat Pernyataan Penyangkalanselengkapnya). Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan Konsultan Mitra Justika.

    Apa Itu SDGs?

    KLINIK TERKAIT

    Bisakah Kekayaan Intelektual Menjadi Harta Gono-Gini?

    Bisakah Kekayaan Intelektual Menjadi Harta Gono-Gini?

    Berdasarkan artikel Apa itu SDGs?, definisi sustainable development goals (“SDGs”) atau tujuan pembangunan berkelanjutan adalah serangkaian tujuan yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (”PBB”) untuk mencapai kehidupan yang lebih baik dan lebih berkelanjutan bagi semua orang di planet ini. SDGs ini merupakan komitmen global tahun 2030 yang dideklarasikan baik oleh negara maju maupun negara berkembang di Sidang Umum PBB pada September 2015.

    Ketentuan mengenai SDGs di Indonesia, dapat Anda temui di dalam Perpres 111/2022. Pasal 1 angka 1 Perpres 111/2022 mendefinisikan SDGs sebagai agenda pembangunan global untuk mengakhiri kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan, dan melindungi planet, melalui pencapaian 17 tujuan sampai tahun 2030.

    Belajar Hukum Secara Online dari Pengajar Berkompeten Dengan Biaya TerjangkauMulai DariRp. 149.000

    Sebelumnya, PBB pada tahun 2000 telah mencanangkan program Millenium Development Goals (MDGs) untuk kurun waktu 2000 hingga 2015. Selanjutnya, sejak 2016 hingga tahun 2030, PBB Kembali mencanangkan program bernama SDGs.[1]

    Konsep dari SDGs sendiri sudah lahir pada konferensi mengenai Pembangunan berkelanjutan yang dilaksanakan di Rio de Janeiro tahun 2012 oleh PBB. Tujuan yang ingin dihasilkan dalam pertemuan tersebut adalah memperoleh tujuan Bersama yang universal yang mampu memelihara keseimbangan 3 dimensi Pembangunan berkelanjutan; lingkungan, sosial dan ekonomi.[2]

    Dalam menjaga keseimbangan tiga dimensi pembangunan ini, terdapat 5 fondasi utama yang dimiliki oleh SDGs yaitu manusia, planet, kesejahteraan, perdamaian, dan kemitraan yang ingin mencapai tiga tujuan mulia pada tahun 2030 berupa mengakhiri kemiskinan, mencapai kesetaraan dan mengatasi perubahan iklim.[3] Agar 3 tujuan mulia itu tercapai, disusunlah 17 tujuan global. Lantas, apa saja 17 tujuan SDGs itu?

    17 Tujuan SDGs

    Berdasarkan artikel Begini Komitmen Indonesia Atas Pencapaian SDGs, terdapat 17 SDGs yang merupakan seruan untuk bertindak bagi seluruh negara tanpa terkecuali dalam kemitraan global. Tujuan-tujuan tersebut diinformasikan sebagai strategi global dalam rangka mengakhiri kemiskinan dan kekurangan lainnya yang dunia hadapi.

    Merujuk pada What are the Sustainable Development Goals? 17 tujuan tersebut yaitu:

    1. No poverty (tanpa kemiskinan);
    2. Zero hunger (tanpa kelaparan);
    3. Good health and well being (kehidupan sehat dan sejahtera);
    4. Quality education (pendidikan berkualitas);
    5. Gender equality (kesetaraan gender);
    6. Clean water and sanitation (air bersih dan sanitasi layak);
    7. Affordable and clean energy (energi bersih dan terjangkau);
    8. Decent work and economic growth (pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi);
    9. Industry, innovation and infrastructure (industri, inovasi dan infrastruktur);
    10. Reduced inequalities (berkurangnya kesenjangan);
    11. Sustainable cities and communities (kota dan pemukiman yang berkelanjutan);
    12. Responsible consumption and production (konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab);
    13. Climate action (penanganan perubahan iklim);
    14. Life below water (ekosistem lautan);
    15. Life on land (ekosistem daratan);
    16. Peace, justice and strong institutions (perdamaian, keadilan dan kelembagaan yang tangguh);
    17. Partnership for the goals (kemitraan untuk mencapai tujuan).

    Bagaimana Kekayaan Intelektual Mendorong Tercapainya SDGs?

    Untuk menjawab pertanyaan Anda, perlu diketahui terlebih dahulu bahwa kekayaan intelektual merupakan kreasi pemikiran yang meliputi invensi, sastra, dan seni, simbol, nama, gambar dan desain yang digunakan dalam perdagangan.[4]

    Baca juga: 7 Jenis Kekayaan Intelektual dan Perlindungannya

    Dilansir dari The Impact of Innovation; WIPO and the Sustainable Development Goals dijelaskan sebagai berikut:

    IP is a critical incentive for innovation and creativity, which in turn are key to the success of the SDGs. Only through human ingenuity will it be possible to develop new solutions that: eradicate poverty; boost agricultural sustainability and ensure food security; fight disease; improve education; protect environment and accelerate the transition to a low carbon economy; increase productivity and boost business competitiveness.

    Jika diterjemahkan secara bebas, kekayaan intelektual merupakan aspek pendorong yang penting bagi inovasi dan kreativitas, yang merupakan kunci keberhasilan SDGs. Hanya melalui kecerdasan manusia, kita dapat mengembangkan solusi-solusi baru yang mengentaskan kemiskinan, meningkatkan keberlanjutan pertanian dan memastikan keamanan pangan, melawan penyakit, meningkatkan pendidikan, melindungi lingkungan dan mempercepat transisi menuju perekonomian rendah karbon, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat daya saing dunia usaha.

    Untuk menjawab pertanyaan Anda mengenai bagaimana kekayaan intelektual dapat mendorong masing-masing tujuan dari SDGs, berdasarkan SDGs WIPO, dapat kami jelaskan sebagai berikut:​​​

    1. No Poverty (Tanpa Kemiskinan)

    Kekayaan intelektual, inovasi, dan kreativitas adalah penggerak penting pertumbuhan ekonomi dan dapat meningkatkan mata pencaharian (livelihood). Pemerintah dapat membantu inventor, kreator, dan wiraswasta (entrepreneur) untuk mengubah ide menjadi penghasilan.

    Melalui kekayaan intelektual, mereka yang berani bermimpi tentang masa depan yang lebih baik dapat melindungi ide mereka dan memasarkannya. Dengan demikian, mereka dapat membangun usaha, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan mata pencaharian.

    1. Zero Hunger (Tanpa Kelaparan)

    Melalui inovasi yang didukung oleh hak kekayaan intelektual, kita dapat mengamankan persediaan pangan dunia dan mengurangi sampah makanan. Hal ini karena hak kekayaan intelektual memberikan insentif terhadap inovasi, investasi, dan transfer pengetahuan dalam sektor pangan dan pertanian.

    1. Good Health and Well Being (Kehidupan Sehat dan Sejahtera)

    Kekayaan intelektual dapat membantu terciptanya kehidupan sehat dan sejahtera karena pada dasarnya, inovasi sudah menciptakan banyak kemajuan pada kesehatan masyarakat.

    1. Quality Education (Pendidikan Berkualitas)

    Melalui pendidikan kekayaan intelektual, inventor, kreator, dan wiraswasta (entrepreneur)  mendapatkan keahlian dan pengetahuan kekayaan intelektual untuk  mentransformasikan ide mereka menjadi teknologi, produk, serta layanan yang baru dan lebih maju, yang bisa mendukung masyarakat, kemakmuran, dan planet kita.

    Selain itu, dengan pendidikan kekayaan intelektual, pemangku kebijakan juga dapat memperoleh pemahaman tentang hukum dan praktik kekayaan intelektual untuk mengembangkan kebijakan yang mendukung ekosistem inovasi untuk SDGs.

    1. Gender Equality (Kesetaraan Gender)

    Kekayaan intelektual dapat mendorong terwujudnya kesetaraan gender karena inventor, kreator, dan wirasawasta perempuan dapat mengubah dunia dengan imajinasi dan kecerdasan mereka. Namun, masih terlalu sedikit perempuan yang menggunakan sistem kekayaan intelektual. Hal ini mengindikasikan bahwa potensi inovatif perempuan belum dimanfaatkan.

    1. Clean Water and Sanitation (Air Bersih dan Sanitasi Layak)

    Inovasi yang dilindungi hak kekayaan intelektual memainkan peranan penting dalam mengelola keberlanjutan sumber daya air di bumi. Inovasi teknologi baru memungkinkan:

    • pengelolaan air secara lebih efisien melalui digitalisasi (seperti AI, blockchain, remote sensing);
    • pemulihan air limbah dengan katalis nano dan alga;
    • adanya penyaringan air yang lebih baik;
    • pencegahan banjir, konservasi air, dan sebagainya.
    1. Affordable and Clean Energy (Energi Bersih dan Terjangkau)

    Inovasi yang dilindungi hak kekayaan intelektual meningkatkan keamanan energi, membantu tercapainya target nol bersih, dan mengurangi efek perubahan iklim.

    Hak kekayaan intelektual dapat memudahkan transfer dan penerapan teknologi energi ramah lingkungan untuk mendukung transformasi energi yang sangat dibutuhkan dan meningkatkan keamanan energi.

    1. Decent Work and Economic Growth (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi)

    Melalui kekayaan intelektual, kita dapat menghasilkan pendapatan dari inovasi dan kreativitas. Dalam konteks ini, kekayaan intelektual merupakan alat yang ampuh untuk pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, lapangan kerja yang penuh dan produktif, serta pekerjaan yang layak untuk semua.

    Dapat dikatakan bahwa kekayaan intelektual bisa membantu untuk mencapai pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.

    1. Industry, Innovation and Infrastructure (Industri, Inovasi dan Infrastruktur)

    Inovasi merupakan hal krusial untuk menemukan solusi teknis baru terhadap tantangan keberlanjutan (sustainability) yang mengakar. Oleh karena itu, kekayaan intelektual menawarkan insentif dan pengamanan terhadap inventor dan kreator untuk mengembangkan inovasinya.

    1. Reduced Inequalities (Berkurangnya Kesenjangan)

    Inovasi dan kreativitas yang dilindungi hak kekayaan intelektual merupakan kunci penting pertumbuhan bisnis dan performa ekonomi. Jika bisnis tumbuh, maka bisnis tersebut dapat menciptakan lapangan kerja, meningkatkan taraf hidup, dan memperkuat komunitas.

    1. Sustainable Cities and Communities (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan)

    Kekayaan intelektual dan inovasi dapat membantu perkembangan teknologi yang dibutuhkan untuk merevitalisasi dan memodernisasi area perkotaan agar penduduknya dapat menikmati kualitas hidup yang lebih baik dan target keberlanjutan bisa terpenuhi.

    1. Responsible Consumption and Production (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab)

    Hak kekayaan intelektual membantu mempromosikan konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab dengan memungkinkan bisnis inovatif menghasilkan nilai dari teknologi, produk, dan layanan yang fokus pada keberlanjutan.

    1. Climate Action (Penanganan Perubahan Iklim)

    Inovasi dan kreativitas yang dilindungi oleh hak kekayaan intelektual merupakan hal yang sentral terhadap penanganan perubahan iklim. Inovasi dan kreativitas mendorong ketersediaan teknologi yang ramah iklim.

    1. Life Below Water (Ekosistem Lautan)

    Kekayaan intelektual mendorong inovasi yang dapat membantu mengembangkan penangkapan dan budidaya perairan yang berkelanjutan, menanggulangi polusi, terutama dari plastik yang merupakan 86% dari sampah laut, memulihkan ekosistem laut, dan sebagainya.

    1. Life on Land (Ekosistem Daratan)

    Melalui inovasi, kreativitas, dan kekayaan intelektual, dapat membantu planet kita untuk berkembang. Inovasi yang dilindungi oleh hak kekayaan intelektual dapat membantu memitigasi tantangan lingkungan dan menciptakan keseimbangan serta keterikatan yang kuat antara manusia dengan lingkungan

    1. Peace, Justice and Strong Institutions (Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh)

    Sistem kekayaan intelektual ada untuk menciptakan lingkungan yang mendukung berkembangnya inovasi dan kreasitivitas agar dapat berkembang, dan agar sengketa terkait dapat diselesaikan.

    1. Partnership for The Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan)

    Kekayaan intelektual mendukung kolaborasi yang membantu perkembangan inovasi dan kreativitas yang dibutuhkan untuk mencapai SDGs.

    Lantas, bagaimana kekayaan intelektul dan inovasi dapat mendukung kemitraan? Pada dasarnya, hak kekayaan intelektual mendukung transfer teknologi dan kemitraan bisnis, yang memungkinkan penemuan saintifik, pengetahuan, dan kekayaan intelektual mengalir dari kreator ke pengguna publik dan swasta.

    Sebagai tambahan informasi, World Intellectual Property Organization (“WIPO”) sebagai badan khusus untuk menangani masalah kekayaan intelektual di bawah naungan PBB bertujuan untuk mendorong kreativitas dan perlindungan terhadap kekayaan intelektual di dunia, memiliki misi yang relevan dengan berbagai macam SDGs.[5]

    Di samping SDGs 9 (industry, innovation and infrastructure) sebagai inti dari misi WIPO untuk memimpin pengembangan sistem kekayaan intelektual internasional untuk kepentingan umum, lingkup kepentingannya meluas ke bidang penting yang lain seperti SDG 4 (quality education), SDG 5 (gender equality) dan SDG 17 (partnership). Lebih lanjut, WIPO menganggap bahwa inovasi adalah hal yang esensial untuk perkembangan ekonomi dan sosial, khususnya terhadap tercapainya SDGs 2, 3, 6, 7, 8, 11 dan 13 dan kebijakan inovasi nasional dan regional dapat membantu untuk mencapai sebagian besar tujuan lainnya.[6]

    Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.

    DASAR HUKUM

    Peraturan Presiden Nomor 111 Tahun 2022 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

    REFERENSI

    1. Fahmi Irhamsyah. Sustainable Development Goals (SDGs) dan Dampaknya Bagi Ketahanan Nasional. Jurnal Kajian Lemhannas, Edisi 38, Juni 2019;
    2. Ishartono dan Santoso Tri Raharjo. Sustainable Development Goals (SDGs)dan Pengentasan Kemiskinan. SHARE: Sosial Work Journal, Vol. 6 No. 2, 2016;
    3. Khoirul Hidayah. Hukum Hak Kekayaan Intelektual. Malang: Setara Press, 2017;
    4. WIPO. Intellectual Property Offices and Sustainable Innovation: Implementing the SDGs in National Intellectual Porperty Systems;
    5. Apa itu SDGs?, yang diakses pada Rabu, 12 Juni 2024, Pukul 10.32 WIB;
    6. SDGs WIPO, yang diakses pada Rabu, 12 Juni 2024, Pukul 15.35 WIB;
    7. The Impact of Innovation; WIPO and the Sustainable Development Goals, yang diakses pada Rabu, 12 Juni 2024, Pukul 13.24 WIB;
    8. What are the Sustainable Development Goals?, yang diakses pada Rabu, 12 Juni 2024, Pukul 12.11 WIB.

    [1] Fahmi Irhamsyah. Sustainable Development Goals (SDGs) dan Dampaknya Bagi Ketahanan Nasional. Jurnal Kajian Lemhannas, Edisi 38, Juni 2019, hal. 46

    [2] Ishartono dan Santoso Tri Raharjo. Sustainable Development Goals (SDGs)dan Pengentasan Kemiskinan. SHARE: Sosial Work Journal, Vol. 6 No. 2, 2016, hal. 163

    [3] Ishartono dan Santoso Tri Raharjo. Sustainable Development Goals (SDGs)dan Pengentasan Kemiskinan. SHARE: Sosial Work Journal, Vol. 6 No. 2, 2016, hal.163

    [4]Khoirul Hidayah. Hukum Hak Kekayaan Intelektual. Malang: Setara Press, 2017, hal. 2

    [5] WIPO. Intellectual Property Offices and Sustainable Innovation: Implementing the SDGs in National Intellectual Porperty Systems. hal. 4, 8

    [6] WIPO. Intellectual Property Offices and Sustainable Innovation: Implementing the SDGs in National Intellectual Porperty Systems. hal. 8

    Tags

    hak atas kekayaan intelektual
    hak kekayaan intelektual

    Punya Masalah Hukum yang sedang dihadapi?

    atauMulai dari Rp 30.000
    Powered byempty result

    KLINIK TERBARU

    Lihat Selengkapnya

    TIPS HUKUM

    Cara dan Biaya Mengurus Perceraian Tanpa Pengacara

    25 Apr 2024
    logo channelbox

    Dapatkan info berbagai lowongan kerja hukum terbaru di Indonesia!

    Kunjungi

    Butuh lebih banyak artikel?

    dot
    Pantau Kewajiban Hukum
    Perusahaan Anda di sini!