Pidana

Perbedaan Rutan dan Lapas dalam Sistem Pemidanaan di Indonesia

Bacaan 5 Menit
Perbedaan Rutan dan Lapas dalam Sistem Pemidanaan di Indonesia

Pertanyaan

Di mana perbedaan dan persamaan antara Rutan dan Lembaga Tahanan?

Intisari Jawaban

circle with chevron up

Kami ingin meluruskan terlebih dahulu, mungkin maksud pertanyaan Anda adalah perbedaan Rutan dan Lapas. Secara umum, Rutan dan Lapas adalah dua lembaga yang memiliki fungsi berbeda. Meski berbeda, terdapat beberapa kesamaan juga antara keduanya. Selain itu, Lapas tertentu juga dapat ditetapkan sebagai Rutan.

 

Penjelasan lebih lanjut dapat Anda baca ulasan di bawah ini.

Ulasan Lengkap

 

Artikel di bawah ini adalah pemutakhiran dari artikel dengan judul Perbedaan dan persamaan Rutan dan Lapas yang dibuat oleh Alfi Renata, S.H. dan dipublikasikan pertama kali pada Rabu, 13 Januari 2010.

Dalam sistem hukum pidana Indonesia kita mengenal istilah Rumah Tahanan Negara (Rutan) dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Dengan kata lain, Rutan adalah bagian dari Lembaga Tahanan/Lembaga Penahanan. Sehingga, mungkin maksud pertanyaan Anda adalah perbedaan Rutan dan Lapas.

 

Perbedaan Rutan dan Lapas

Secara umum, Rutan dan Lapas adalah dua lembaga yang memiliki fungsi berbeda. Namun, sebelum membahas apa perbedaan Lapas dan Rutan, ada baiknya kami jelaskan terlebih dahulu definisi masing-masing, agar dapat kita pahami dengan baik apa itu Rutan dan apa itu Lapas.

Rutan adalah tempat tersangka atau terdakwa ditahan selama proses penyidikan, penuntutan, dan pemeriksaan di sidang pengadilan.[1]

Sedangkan yang dimaksud dengan Lapas adalah tempat untuk melaksanakan pembinaan narapidana dan anak didik pemasyarakatan.[2] Namun, khusus untuk anak, perlu diketahui bahwa saat ini telah diatur bahwa setiap lembaga pemasyarakatan anak harus melakukan perubahan sistem menjadi Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA), seperti yang dijelaskan dalam Penerapan Pidana Penjara dalam Sistem Peradilan Pidana Anak.

Selanjutnya, menjawab pertanyaan Anda, berikut ini kami sajikan dalam bentuk tabel, beberapa perbedaan Rutan dan Lapas:

 

Aspek

Rutan

Lapas

Fungsi

Tempat tersangka/terdakwa ditahan sementara sebelum keluarnya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap guna menghindari tersangka/ terdakwa tersebut melarikan diri atau mengulangi perbuatannya.

Tempat untuk melaksanakan pembinaan narapidana.

Penghuni

Yang menghuni Rutan adalah tersangka atau terdakwa.

Yang menghuni Lapas adalah narapidana/terpidana.

Lamanya masa penahanan/pembinaan

Waktu/lamanya penahanan adalah selama proses penyidikan, penuntutan, dan/atau pemeriksaan di sidang pengadilan.

Waktu/lamanya pembinaan adalah selama narapidana menjalani proses hukuman/ sanksi pidana.

Kapan dilakukan penahanan/pembinaan

Tahanan ditahan di Rutan selama proses penyidikan, penuntutan, dan pemeriksaan di Pengadilan Negeri, Pengadilan Tinggi, dan/atau Mahkamah Agung.

Narapidana dibina di Lapas setelah dijatuhi hukuman berdasarkan putusan hakim yang telah berkekuatan hukum tetap.

 

Meski berbeda, Rutan dan Lapas pada prinsipnya memiliki beberapa persamaan. Kesamaan antara Rutan dengan Lapas di antaranya, baik Rutan maupun Lapas merupakan Unit Pelaksana Teknis di bawah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.[3]

Selain itu, penempatan penghuni Rutan maupun Lapas sama-sama berdasarkan penggolongan umur, jenis kelamin, dan jenis tindak pidana/kejahatan.[4]

Sebagai tambahan informasi, berdasarkan Pasal 38 ayat (1) PP 27/1983 dan penjelasannya, Menteri dapat menetapkan Lapas tertentu sebagai Rutan.

Lalu, berdasarkan Pasal 18 ayat (1) PP 27/1983, di tiap kabupaten atau kotamadya dibentuk Rutan. Namun, menurut Alfi Renata selaku penulis sebelumnya, kondisi yang terjadi di Indonesia adalah tidak semua kabupaten dan kotamadya di Indonesia memiliki Rutan dan Lapas, sehingga Rutan difungsikan pula untuk menampung narapidana seperti halnya Lapas. Hal ini juga mengingat kondisi banyak Lapas yang ada di Indonesia, berdasarkan informasi dari berbagai sumber, telah melebihi kapasitas, karenanya terdakwa yang telah menjadi narapidana dan masih berada di Rutan, padahal seharusnya pindah dari Rutan untuk menjalani hukuman ke Lapas, banyak yang tetap berada di dalam Rutan hingga masa hukuman mereka selesai.

Seluruh informasi hukum yang ada di Klinik hukumonline.com disiapkan semata – mata untuk tujuan pendidikan dan bersifat umum (lihat Pernyataan Penyangkalan selengkapnya). Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan Konsultan Mitra Justika.

 

Demikian jawaban dari kami mengenai perbedaan Rutan dan Lapas, semoga bermanfaat.

 

Dasar Hukum:

  1. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan;
  2. Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1983 tentang Pelaksanaan Kitab Undang Undang Hukum Acara Pidana sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1983 tentang Pelaksanaan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana dan diubah kedua kalinya dengan Peraturan Pemerintah Nomor 92 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1983 tentang Pelaksanaan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana;
  3. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 1999 tentang Syarat-Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Wewenang, Tugas dan Tanggung Jawab Perawatan Tahanan.

 

Referensi:

Unit Pelaksana Teknis, diakses pada 6 Maret 2022, pukul 07.49 WIB.

Tags: