Ketenagakerjaan

Persyaratan Mempekerjakan Teknisi TKA

Bacaan 17 Menit
Persyaratan Mempekerjakan Teknisi TKA

Pertanyaan

Selamat pagi, kami ada masalah barang impor dari Vietnam. Pertanyaan: Bila kami mendatangkan karyawan dari perusahaan Vietnam untuk melakukan reparasi di Indonesia, apakah ini diperbolehkan (kira-kira perlu 5-10 orang operator dari sana)? Adakah persyaratan tertentu mengingat mereka hanya akan bekerja beberapa hari saja? Terima kasih.

Ulasan Lengkap

Intisari:

 

 

Mempekerjakan tenaga kerja asing (“TKA”) untuk membetulkan mesin yang rusak dianggap sebagai mempekerjakan TKA untuk pekerjaan darurat dan mendesak. Yang dibutuhkan oleh perusahaan adalah Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (“RPTKA”) dan Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (“IMTA”) untuk pekerjaan bersifat darurat dan mendesak.

 

Penjelasan lebih lanjut mengenai syarat-syarat RPTKA dan IMTA untuk pekerjaan bersifat darurat dan mendesak dapat dilihat dalam ulasan di bawah ini.

 

 

 

Ulasan:

 

Sebelumnya kami ucapkan terima kasih atas pertanyaan yang Saudara berikan.

 

Kami berasumsi bahwa barang yang rusak tersebut berupa mesin, dimana diperlukan mekanik ahli dari Vietnam untuk membetulkan mesin tersebut. Mempekerjakan tenaga kerja asing (“TKA”) untuk membetulkan mesin yang rusak dianggap sebagai mempekerjakan TKA untuk pekerjaan darurat dan mendesak.[1] Pekerjaan Bersifat Darurat dan Mendesak adalah pekerjaan yang memerlukan penanganan segera dan apabila tidak ditangani secara langsung dapat mengakibatkan kerugian fatal bagi perusahaan dan/atau masyarakat umum.[2]

 

Pada dasarnya setiap perusahaan boleh mempekerjakan tenaga kerja asing selama:

(i)    Memiliki izin tertulis dari menteri atau pejabat yang ditunjuk, hal ini sesuai dengan Pasal 42 ayat (1) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (“UU 13/2003”);

(ii)   Dipekerjakan dalam hubungan kerja, jabatan tertentu, dan waktu tertentu[3];

(iii)  Perusahaan tidak berbentuk persekutuan perdata, persekutuan Firma, persekutuan komanditer, usaha bersama/associate, usaha dagang, dan koperasi, kecuali diatur dalam undang-undang.[4]

 

Kami berasumsi bahwa TKA yang Saudara maksud didatangkan oleh perusahaan Saudara yang berbentuk badan hukum. Permenaker No. 16 Tahun 2015 telah mengatur persyaratan bagi perusahaan yang akan mempekerjakan TKA yakni memiliki Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (“RPTKA”) dimana RPTKA ini wajib disahkan oleh menteri atau pejabat yang ditunjuk.[5]

 

Untuk menjawab pertanyaan Saudara mengenai persyaratan tertentu, Permenaker No. 16 Tahun 2015 telah mengatur bahwa syarat untuk mendapatkan RPTKA untuk pekerjaan bersifat darurat dan mendesak adalah pemberi kerja TKA harus mengajukan permohonan secara online kepada Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja melalui Direktur Pengendalian Penggunaan TKA dengan mengunggah:[6]

(i)           alasan penggunaan TKA;

(ii)          formulir RPTKA yang sudah diisi; (Lampiran 2 Permenakertrans No. 16 tahun 2015)

(iii)         surat izin usaha dari instansi yang berwenang;

(iv)         surat pernyataan kondisi darurat dan mendesak dari pemberi kerja TKA.

 

Bahwa jangka waktu penerbitan RPTKA untuk pekerjaan bersifat darurat dan mendesak adalah satu hari kerja selama telah memenuhi persyaratan dan hasil penilaian kelayakan.[7] Jangka waktu RPTKA untuk pekerjaan bersifat darurat dan mendesak diberikan untuk jangka waktu paling lama satu bulan dan tidak dapat diperpanjang.[8]

 

Setelah mendapatkan RPTKA, maka pengusaha mengajukan permohonan Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (“IMTA”) untuk pekerjaan bersifat darurat dan mendesak secara online kepada Direktur Pengendalian Penggunaan TKA dengan mengunggah:[9]

a.    surat pernyataan dari pemberi kerja TKA tentang kondisi darurat dan mendesak;

b.    paspor TKA yang memuat izin tinggal TKA;

c.    pas photo TKA berwarna ukuran 4 x 6 cm;

d.    bukti pembayaran DKP-TKA melalui bank pemerintah yang ditunjuk oleh Menteri.

 

Dalam hal permohonan telah lengkap, Direktur Pengendalian Penggunaan TKA harus menerbitkan IMTA dalam waktu paling lama 1 (satu) hari kerja.[10] Dalam hal IMTA belum diterbitkan atau masih dalam proses, maka pemberi kerja TKA dapat mempekerjakan TKA terlebih dahulu.[11] IMTA ini diberikan untuk jangka waktu paling lama 1 (satu) bulan dan tidak dapat diperpanjang.[12]

 

Demikian kami sampaikan. Semoga bisa membantu.

 

Dasar Hukum:

1.    Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan;

2.    Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 16 Tahun 2015 tentang Tata Cara Penggunaan Tenaga Kerja Asing sebagaimana terakhir diubah dengan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2015.

 



[1] Pasal 48 ayat (1) Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 16 Tahun 2015 tentang Tata Cara Penggunaan Tenaga Kerja Asing (“Permenaker No. 16 Tahun 2015”)

[2] Pasal 1 angka 8 Permenaker No. 16 Tahun 2015

[3] Pasal 42 ayat (4) UU 13/2003

[4] Pasal 4 ayat (2) Permenaker No. 16 Tahun 2015

[5] Pasal 5 ayat (1) Permenaker No. 16 Tahun 2015

[6] Pasal 13 ayat (1) Permenaker No. 16 Tahun 2015

[7] Pasal 14 Permenaker No. 16 Tahun 2015

[8] Pasal 15 Permenaker No. 16 Tahun 2015

[9] Pasal 49 ayat (1) Permenaker No. 16 Tahun 2015

[10] Pasal 49 ayat (2) Permenaker No. 16 Tahun 2015

[11] Pasal 49 ayat (3) Permenaker No. 16 Tahun 2015

[12] Pasal 48 ayat (2) Permenaker No. 16 Tahun 2015

 

Tags: