Pidana

Surat Permohonan Maaf di Atas Materai

Bacaan 1 Menit
Surat Permohonan Maaf di Atas Materai

Pertanyaan

orang tua saya mengalami kasus pengancaman dan telah membuat BAP di polsek setempat,karena takut maka pelaku yg kami laporkan ke polisi tahu dan meminta maaf dengan pernyataan maaf diatas materai sekaligus juga saksi yang sebetulnya menjadi pokok penghasut sehingga tindak pidana pengancaman itu terjadi.pihak terlapor minta kami segera mencabut laporan di kepolisian,tetapi belum kami melakukan pencabutan BAP dikepolisian, intimidasi dan perasaan ketakutan kembali terjadi.apakah surat permohonan maaf tadi bisa dijadikan alat bukti bagi polisi bahwa orang tersebut benar bersalah?apakah yang sebaiknya kami lakukan?

Intisari Jawaban

circle with chevron up

Ulasan Lengkap

Karena kami tidak mengetahui dengan persis, jenis tindak pidana yang dijeratkan pada pelaku pengancaman tersebut, maka kami asumsikan bahwa pelaku dikenakan Pasal 369 ayat (1) Wetboek van Strafrecht (WvS/KUHPidana). Tindak pidana jenis ini merupakan tindak pidana yang, secara absolut, hanya dapat diproses berdasarkan aduan dari korban. Untuk menghentikan proses pidana ini diperlukan persetujuan korban untuk mencabut pengaduannya kepada pihak kepolisian. Namun penting diperhatikan ketentuan dalam Pasal 75 WvS (KUHP) yang terjemahannya berbunyi orang yang mengajukan pengaduan, berhak menarik kembali dalam waktu tiga bulan setelah pengaduan diajukan

 

Mengenai surat permohonan maaf tersebut, menurut kami, surat tersebut dapat dijadikan indikasi awal bagi pihak kepolisian bahwa tindak pidana tersebut benar terjadi. Terlebih lagi, jika melihat kasus posisi Anda, maka sebaiknya Anda tidak mencabut pengaduan Anda sebelumnya kepada pihak kepolisian selama masih ada indikasi terlapor melakukan intimidasi terhadap Anda.

 

Demikian jawaban kami, semoga dapat membantu Anda.