Teknologi

Tips Agar Anak Aman dari Kejahatan di Internet

Bacaan 4 Menit
Tips Agar Anak Aman dari Kejahatan di Internet

Pertanyaan

Sekarang internet sudah semakin luas dan mudah dijangkau hingga anak-anak dan remaja, misalnya melalui ponsel. Kira-kira apa yang harus kami lakukan sebagai orangtua untuk meminimalisir risiko anak-anak terjebak menjadi pelaku ataupun korban kejahatan di dunia maya? Terima kasih.  

Intisari Jawaban

circle with chevron up

Berikut ini tips-tips bagi orang tua untuk menjaga anak agar tetap aman di dunia internet:

  1. Masuklah ke dunia online anak;
  2. Buatlah aturan mengenai lamanya waktu online dan situs apa saja yang boleh dan tidak boleh dikunjugi;
  3. Ajarkan anak untuk melindungi privasi;
  4. Letakkanlah komputer pada tempat umum untuk mempermudah memonitor penggunaannya;
  5. Jadilah sahabatnya;
  6. Setting mesin pencari pencari agar mampu memblokir situs yang memuat konten seksual; dan
  7. Kenali situs dan aplikasi yang aman untuk usianya.

Penjelasan lebih lanjut dapat Anda klik ulasan di bawah ini.

Ulasan Lengkap

Artikel di bawah ini adalah pemutakhiran kedua dari artikel dengan judul Agar Anak Tidak Terlibat atau Menjadi Korban Kejahatan di Internet yang dibuat oleh Adi Condro Bawono dan Diana Kusumasari dan pertama kali dipublikasikan pada Selasa, 07 Februari 2012, kemudian dimutakhirkan pertama kali oleh Sovia Hasanah, S.H. pada Rabu, 13 Februari 2019.

Beberapa jenis kejahatan yang dapat menimpa atau melibatkan anak-anak ketika menggunakan media internet di antaranya penculikan, penipuan, pornografi, penghinaan/pencemaran nama baik, dan perjudian.

Secara hukum, kejahatan-kejahatan tersebut antara lain dapat dilihat dalam beberapa peraturan berikut:

  1. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP);
  2. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik;
  3. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta;
  4. Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.

Kami juga telah mengulas lebih lanjut berbagai jenis kejahatan yang dilakukan di dunia maya yang perlu diwaspadai, antara lain dalam artikel-artikel berikut:

  1. Apa Hukuman Maksimal Bagi Pelaku Judi Bola Online?;
  2. Hukumnya Membajak Akun Facebook Orang Lain;
  3. Pasal Untuk Menjerat Pelaku Penipuan dalam Jual Beli Online;
  4. Ini Jerat Hukum untuk Penjaja Seks di Media Sosial;
  5. Langkah Apa yang Harus Dilakukan Jika Dicemarkan Lewat FB?;
  6. Perbuatan-perbuatan Pidana dalam Cyberspace.

Untuk meminimalisir risiko bagi anak menjadi korban kejahatan akibat aktivitasnya di internet, maka dapat diterapkan beberapa tips yang kami sarikan dari pendapat tim pegiat literasi digital dan relawan penanggulangan penyebaran konten negatif  Acep Syaripudin dkk dalam bukunya Internet Sehat, Pedoman Berinternet Aman, Nyaman dan Bertanggungjawab (hal. 7-8), di antaranya:

  1. Masuklah ke dunia online anak.

Orang tua hendaknya mengenal lingkup gerak mereka, pastikan juga untuk mengenal ‘taman bermain’ mereka yang lain. Pastikan mereka berselancar di dunia maya dengan aman;

  1. Buatlah aturan mengenai lamanya waktu online dan situs apa saja yang boleh dan tidak boleh dikunjungi. Orang tua bisa membicarakannya dulu dengan mereka, termasuk membicarakan mengenai konsekuensi jika mereka melanggar aturan tersebut;
  2. Ajarkan anak untuk melindungi privasi dengan cara:
    1. hindari memberikan nama, nomor telepon, alamat email, alamat rumah, sekolah atau foto tanpa izin Anda.
    2. hindari membuka email dari orang yang tidak dikenal
    3. tidak merespons pesan yang mengganggu
    4. menolak bertemu dengan orang yang dikenal melalui internet.
  3. Perhatikan lokasi komputer. Jangan tempatkan komputer di kamar pribadi anak, tempatkanlah komputer pada tempat umum untuk mempermudah memonitor penggunaannya;
  4. Jadilah sahabatnya. Anjurkan anak untuk memberitahu jika mereka menjumpai hal-hal yang membuatnya tidak nyaman. Yakinkan tidak akan berlebihan, menyalahkan atau melarangnya membuka internet;
  5. Setting mesin pencari agar mampu memblokir situs yang memuat konten seksual.  Search engine (mesin pencari) yang ada saat ini menawarkan penyaringan yang bisa diklik di Preferences/Safe Search Filtering;
  6. Kenali situs dan aplikasi yang aman untuk usianya. Orang tua bisa mencari situs dan aplikasi yang cocok untuk usia anaknya dengan konten yang bervariasi seperti tentang film, musik, sejarah, ilmu pengetahuan, dan lain-lain.

Seluruh informasi hukum yang ada di Klinik hukumonline.com disiapkan semata – mata untuk tujuan pendidikan dan bersifat umum (lihat Pernyataan Penyangkalan selengkapnya). Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan Konsultan Mitra Justika.

Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.

 

Dasar Hukum:

  1. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana;
  2. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik;
  3. Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi;
  4. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

 

Referensi:

Acep Syaripudin dkk. Internet Sehat: Pedoman Berinternet yang Aman, Nyaman dan Bertanggungjawab, diakses pada Senin, 26 April 2021, pukul 22.50 WIB.

Tags: