Ilmu Hukum

UU Advokat Sudah 17 Kali Di-Judicial Review?

Bacaan 22 Menit
UU Advokat Sudah 17 Kali Di-Judicial Review?

Pertanyaan

Saya membaca dalam salah satu berita hukumonline, Ketua Peradi Otto Hasibuan mengatakan UU advokat sudah sembilan kali di-judicial review di MK. Tapi, saya juga baca salah satu hakim MK pernah mengatakan UU Advokat sudah 17 kali di-judicial review. Mohon kiranya hukumonline dapat mengkonfirmasi berapa kali sebenarnya UU Advokat telah diajukan judicial review hingga saat ini?

Ulasan Lengkap

Sebagaimana pernah diberitakan dalam salah satu artikel berita hukumonline Peradi Tidak Klaim Wadah Tunggal, Ketua Umum Peradi Otto Hasibuan menyatakan bahwa berdasarkan catatannya, UU No. 18 Tahun 2003 tentang Advokat (“UUA”) sudah sembilan kali dimohonkan pengujian (judicial review) ke Mahkamah Konstitusi (“MK”) terhadap UUD 1945. Di lain pihak kami juga membaca salah satu pemberitaan yang memuat pernyataan salah satu hakim MK bahwa UUA telah diajukan pengujiannya ke MK sebanyak 17 kali.

 

Untuk mengetahui secara pasti berapa kali UUA telah diuji terhadap UUD 1945 di MK, maka kami lakukan penelusuran di www.mahkamahkonstitusi.go.id. Data pengajuan UUA ke MK untuk diuji terhadap UUD 1945 kami sajikan dalam boks di bawah ini:

 

Boks: Pengujian UU Advokat terhadap UUD 1945*

 
No.
Nama Pemohon
Pasal
yang Diuji
No. Registrasi
Perkara
Putusan
1.

Asosiasi Penasehat Hukum dan Hak Asasi Manusia (APHI), Hotma Timbul, SH, Saor Siagian, SH, Mangapul Silalahi, SH, Piterson Tanos, SH, Jon B Sipayung, SH, Ester I Jusuf, SH, Charles Hutabarat, SH, Norma Endawati, SH, Reinhart Parapat, SH, Basir Bahuga, SH

Pasal 3 ayat (1) huruf d, Pasal 32 ayat (3)
019/PUU-I/2003
DITOLAK
2.

Tongat, SH, M.Hum, Sumali, SH, M.Hum, A.Fuad, SH, M.Si

Pasal 31
006/PUU-II/2004
DIKABULKAN
3.

A Wahyu Purwarna, SH, MH, M Widhi Datu Wicaksono, SH, A Dhatu Haryo Yudo, SH, Mohammad Sofyan, SH

Pasal 32 ayat (1)
009/PUU-IV/2006

TIDAK DAPAT DITERIMA

(niet onvankelijk verklaard)
4.

H. Sudjono, SH, Drs. Artono, SH, MH, Ronggur Hutagalung, SH, MH

Pasal 1 ayat (1) dan ayat [4], Pasal 28 ayat (1) dan [3], Pasal 32 ayat (4)

014/PUU-IV/2006
DITOLAK
5.

Fatahilah Hoed, SH

Pasal 32 ayat (3)
015/PUU-IV/2006

TIDAK DAPAT DITERIMA

(niet onvankelijk verklaard)
6.

HF Abraham Amos, SH, Djamhur, SH, Drs. Rizki Hendra Yoserizal, SH

Pasal 2 ayat (1), ayat (2), ayat (3), Pasal 3 ayat (1) huruf f, Pasal 4 ayat (1) & ayat (3), Pasal 5 ayat (1), Pasal 12 ayat (1] dan ayat (2), Pasal 28 ayat (1)

101/PUU-VII/2009
DIKABULKAN SEBAGIAN
7.

Frans Hendra Winarta, Bob P Nainggolan, Maruli Simorangkir, Murad Harahap, Lelyana Santosa, Nursyahbani Katjasungkana, David Abraham, Firman Wijaya, SF Marbun

Pasal 28 ayat (1), Pasal 30 ayat (2), Pasal 32 ayat (4)

66/PUU-VIII/2010
DALAM PROSES PEMERIKSAAN
 
8.

HF Abraham Amos, Djamhur, Togar Efdont Sormin, Harisan Aritonang, Edi Prastio

Pasal 28 ayat (1) dan Pasal 32 ayat (3) dan ayat (4)
71/PUU-VIII/2010
DALAM PROSES PEMERIKSAAN
 
9.

Husen Pelu, SH, Andrijana, Psi, SH, Abdul Amin Monoarfa, SH, Nasib Bima Wijaya, SH, S Fiil, Siti Hajijah, SH, R Moch Budi Cahyono, SH, Joni Irawan, SH, Supriadi Budi Susanto, SH

Pasal 28 ayat (1)
79/PUU-VIII/2010
DALAM PROSES PEMERIKSAAN
 

*Catatan: Data diolah dari mahkamahkonstitusi.go.id yang diakses pada 28 Maret 2011.

 

Dengan berdasarkan data tersebut di atas, kami simpulkan bahwa hingga saat artikel ini kami publikasikan, pengujian UUA terhadap UUD 1945 di MK telah dilakukan sebanyak 9 (sembilan) kali, dan bukan 17 kali.

 

Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

 
Dasar hukum:
Undang-Undang No. 18 Tahun 2003 tentang Advokat
Tags: