Senin, 03 Desember 2018

Jerat Hukum Paranormal yang Berbuat Tidak Senonoh

Jerat Hukum Paranormal yang Berbuat Tidak Senonoh

Pertanyaan

Saya dan teman saya sudah tertipu oleh seorang yang mengaku paranormal. Sebenarnya nilainya tidak begitu besar, tapi sikapnya yang ingkar itu yang bikin jengkel. Dia bilang akan mengembalikan barang-barang yang dipinjam dari saya dan teman saya itu. Tapi, sampai sekarang tidak ada iktikad untuk mengembalikannya. Selain itu, dia juga menceritakan hal-hal buruk tentang kami kepada orang lain (pasien-pasien lainnya). Padahal, dia pernah berkata pada kami bahwa seperti layaknya dokter, rahasia pasien aman di tangannya. Barang tersebut berupa 2 buah cincin emas, yang bernilai kira-kira 1,7 juta. Selain itu, dalam melakukan pengobatan, dia sering berbuat tidak senonoh ketika pasien dalam keadaan tidak sadar. Kami ingin memperkarakan kasus tersebut ke pengadilan karena salah satu korban perbuatan tidak senonohnya adalah keponakan perempuan dari teman saya tersebut. Pasal-pasal apa yang bisa digunakan untuk menjeratnya. Bisakah dia dijerat dalam perbuatan penipuan, perbuatan tidak senonoh, dan mencemarkan nama baik (karena saya dan teman saya dijelek-jelekkan sama dia). Terima kasih.

Intisari Jawaban

Mengenai tindakan paranormal yang tidak senonoh tersebut, Anda tidak menjelaskan seperti apa bentuk perbuatan tidak senonoh yang dilakukan. Namun, jika yang Anda sebut perbuatan tidak senonoh itu termasuk dalam perbuatan cabul, maka paranormal tersebut dapat dijerat dengan pasal-pasal pencabulan yang diatur dalam Pasal 289 s.d. Pasal 296 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.
Tetapi, apabila keponakan teman Anda belum mencapai usia 18 tahun, maka yang bersangkutan secara hukum dikategorikan sebagai anak. Perbuatan cabul terhadap anak dijerat dengan Pasal 76E Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo. Pasal 82 Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
Lalu apa sanksi pidana atas perbuatan pencemaran nama baik? Penjelasan lebih lanjut dapat Anda simak ulasan di bawah ini.

 

Lihat Ulasan Lengkap

Ingin Masalah Anda Segera Tuntas?

Hubungi konsultan hukum profesional dengan biaya terjangkau, pilih durasi dan biaya konsultasi sesuai kebutuhan Anda di sini.

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
PENJAWAB : Sovia Hasanah, S.H.
MITRA : Bung Pokrol
Sovia Hasanah mendapatkan gelar Sarjana Hukum dari Universitas Andalas pada 2016 dengan mengambil Program Kekhususan IX (Hukum Agraria dan Sumber Daya Alam).
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua