Perbedaan Ketentuan untuk Pekerja Tetap, Kontrak dan Outsourcing

Bacaan 9 Menit
Perbedaan Ketentuan untuk Pekerja Tetap, Kontrak dan <i>Outsourcing</i>
Pertanyaan
Pasal 59 ayat 7 UU 13/2003 tentang Ketenagakerjaan menyatakan bahwa status KKWT dapat berubah demi hukum menjadi KKWTT jika tidak memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud ada ayat 1, 2, 4, 5 dan 6. Jika pekerja di perusahaan x dikontrak dengan masa kerja 4 tahun berjalan tanpa ada terminate/break 1 bulan dan kontrak sudah diperpanjang 4 kali, apakah pekerja tersebut otomatis  menjadi permanent employee? Lalu, adakah perbedaan antara KKWTT dengan permanent employee? Apakah KKWTT sama dengan outsourcing?
Intisari Jawaban
Pada dasarnya, Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (“UU Ketenagakerjaan”) tidak mengenal istilah KKWT, KKWTT, dan outsourcing. Adapun yang dikenal adalah Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (“PKWT”) dan Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (“PKWTT”), dan alih daya.
 
Mengenai jangka waktu maksimum PKWT, apabila dibuat berdasarkan jangka waktu, maka batasnya adalah paling lama 5 tahun, dan sudah termasuk perpanjangannya apabila ada. Namun, apabila PKWT dibuat berdasarkan selesainya suatu pekerjaan tertentu, maka jangka waktu PKWT dapat dilakukan perpanjangan sampai batas waktu tertentu hingga selesainya pekerjaan.
 
Lalu, dalam kondisi apa PKWT demi hukum menjadi PKWTT?
 
Penjelasan lebih lanjut dapat Anda klik ulasan di bawah ini.