Ini 2 Pelanggaran HAM Berat yang Diatur di Indonesia

Bacaan 6 Menit
Ini 2 Pelanggaran HAM Berat yang Diatur di Indonesia
Pertanyaan

Mengapa Indonesia mengatur jenis pelanggaran berat HAM hanya dua jenis, yaitu kejahatan terhadap kemanusiaan dan kejahatan genosida dalam UU 26/2000 (Pengadilan HAM)? Sedangkan dalam Statuta Roma ada 4 macam.

Intisari Jawaban

Pada dasarnya Indonesia meletakkan pelanggaran Hak Asasi Manusia (“HAM”) berat dalam kebijakan serta aturan hukum domestik. Niat Indonesia untuk mengatur sendiri permasalahan konflik bersenjata internal, dapat dilihat dari tidak dimasukkannya “war crimes” dan “aggression” dalam Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia (“UU 26/2000”), padahal apabila dilihat tekstual legalnya merupakan ratifikasi dari Statuta Roma.

UU 26/2000 hanya mengadopsi 2 dari 4 kejahatan internasional yang diatur dalam Statuta Roma, yakni kejahatan genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan, dan tidak memasukkan “Kejahatan Perang” dan “Kejahatan Agresi”.

Tidak dimasukkannya substansi “Kejahatan Perang” serta “Kejahatan Agresi” menjadi permasalahan tersendiri, terutama jika ditemukan pelanggaran berat HAM perihal “Kejahatan Perang” dan “Kejahatan Agresi” di kemudian hari, konsekuensinya adalah kejahatan tersebut tidak dapat dituntut dan diadili berdasarkan UU 26/2000.

Penjelasan lebih lanjut dapat Anda klik ulasan di bawah ini.

Punya Masalah Hukum Yang Sedang Dihadapi?
Mulai dari Rp 30.000
Powered By Justika