Kekuatan Hukum Perikatan Jual Beli dengan Sistem Purchase Order (PO)

Bacaan 4 Menit
Kekuatan Hukum Perikatan Jual Beli dengan Sistem <i>Purchase Order</i> (PO)
Pertanyaan

Bagaimana sebenarnya kekuatan suatu perikatan yang dilaksanakan dengan sistem Purchase Order (PO) tanpa ada suatu perjanjian tertulis lainnya yang biasanya mencantumkan hak & kewajiban dengan jelas? Misalnya, pembelian bibit tanaman. Namun bibit yang di-supply tidak sesuai dengan spesifikasi atau kualitas yang disebutkan dalam PO. Apakah PO tersebut kuat dijadikan sebagai dasar dalam menggugat nantinya?

Intisari Jawaban

Purchase Order (“PO”) adalah dokumen yang berisi permintaan kepada penjual untuk menyediakan stok barang/jasa, disertai rincian keterangan di antaranya harga yang harus dibayar, metode, dan tanggal pembayaran.

PO yang ditandatangani oleh kedua belah pihak yang mengikatkan diri merupakan kesepakatan, sehingga berlaku sebagai undang-undang yang mengikat kedua belah pihak.

Sehingga, jika para pihak membubuhkan tanda tangan pada dokumen asli PO, maka PO tersebut dapat dianggap sebagai perjanjian, yang mengakibatkan para pihak terikat dengan ketentuan yang tercantum di dalam PO, termasuk dalam hal ini kewajiban penjual mengirimkan barang sesuai spesifikasi atau kualitas yang tercantum dalam PO.

Penjelasan lebih lanjut dapat Anda klik ulasan di bawah ini.