Senin, 11 Oktober 2010
Pertanyaan :
Status Ikatan Kerja Teller dan Customer Service pada Bank
Saya mau menanyakan apakah ikatan kerja karyawan bank untuk posisi Teller dan Customer Service bisa dalam bentuk kontrak (PKWT) dan Outsourcing? Setahu saya pekerjaan Teller termasuk pekerjaan pokok dari proses produksi pada bank. Mohon penjelasannya.
Jawaban :

 

Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (“UUK”) membatasi jenis-jenis pekerjaan yang boleh diikat dengan perjanjian kerja waktu tertentu (“PKWT”). Berdasarkan pasal 59 ayat (1) UUK, PKWT hanya dapat dibuat untuk pekerjaan tertentu yang menurut jenis dan sifat atau kegiatan pekerjaannya akan selesai dalam waktu tertentu, yaitu:

 

1.      pekerjaan yang sekali selesai atau yang sementara sifatnya;

2.      pekerjaan yang diperkirakan penyelesaiannya dalam waktu yang tidak terlalu lama dan paling lama 3 (tiga) tahun;

3.      pekerjaan yang bersifat musiman;

4.      pekerjaan yang berhubungan dengan produk baru, kegiatan baru, atau produk tambahan yang masih dalam percobaan atau penjajakan.

 

Selanjutnya, pasal 59 ayat (2) UUK menentukan bahwa PKWT tidak dapat diadakan untuk pekerjaan yang bersifat tetap. Jadi, tidak semua pekerjaan bisa dilakukan melalui PKWT. Pelanggaran atas ketentuan di atas, menurut pasal 59 ayat (7) UUK menjadikan PKWT tersebut demi hukum menjadi perjanjian kerja waktu tidak tertentu (“PKWTT”).

 

Sedangkan, untuk pekerjaan yang boleh diserahkan pada perusahaan lain melalui penyediaan jasa pekerja/buruh (outsourcing) juga dibatasi oleh UUK. Berdasarkan pasal 65 ayat (2) UUK, pekerjaan-pekerjaan yang bisa di-outsource adalah pekerjaan yang memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

 

1.      dilakukan secara terpisah dari kegiatan utama;

2.      dilakukan dengan perintah langsung atau tidak langsung dari pemberi pekerjaan;

3.      merupakan kegiatan penunjang perusahaan secara keseluruhan;

4.      tidak menghambat proses produksi secara langsung.

 

Kembali pada pertanyaan Anda, apabila teller memang pekerjaan pokok dari proses produksi pada bank, maka seharusnya pengerjaannya tidak dilakukan melalui PKWT ataupun outsourcing. Tapi untuk memastikannya, sebaiknya Anda cek diagram alur produksi perusahaan Anda. Apabila teller memang pekerjaan pokok dari proses produksi perusahaan, maka seharusnya dilakukan melalui PKWTT, bukan dengan PKWT atau outsourcing.

 

Demikian jawaban kami, semoga bermanfaat.

 
Dasar hukum:

Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan

 
 
 

Simak dan dapatkan tanya-jawab seputar Hukum tenaga kerja lainnya dalam buku “53 Tanya Jawab Seputar Tenaga Kerja” (hukumonline dan Visimedia) yang telah beredar di toko-toko buku.

 


Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
MITRA : Bung Pokrol
Saat ini sudah tidak bekerja di Hukumonline. Namun dulu pernah bergabung di Divisi Klinik.