Cara Meminta Gaji yang Dipotong Sepihak oleh Perusahaan

Bacaan 6 Menit
Cara Meminta Gaji yang Dipotong Sepihak oleh Perusahaan
Pertanyaan

Saya seorang karyawan yang bekerja di perusahaan industri manufaktur yang sudah bekerja selama 6 tahun. Selama bekerja, gaji kami dipotong sebesar 30% dengan sepihak dan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Bahkan, sampai sekarang pun belum ada kejelasan mengenai pemotongan itu. Jujur saya sudah capek dengan keadaan ini dan janji-janji manis para direksi, dan sekarang saya berencana untuk resign dari tempat saya bekerja. Yang ingin saya tanyakan; 1. Apakah saya berhak meminta uang yang dipotong sebesar 30% itu karena itu adalah hak saya? 2. Apakah saya berhak meminta pesangon sesuai peraturan dari Disnaker sesuai masa kerja saya? 3. Apabila perusahaan menolak memberikan kedua hal di atas, apa yang harus saya lakukan? Mohon pencerahannya.

Intisari Jawaban

Secara hukum, pemotongan upah pekerja oleh pengusaha dapat dilakukan untuk pembayaran:

  1. Denda, ganti rugi, dan/atau uang muka upah, yang harus dilakukan sesuai dengan perjanjian kerja, peraturan perusahaan (“PP”), atau perjanjian kerja bersama (“PKB”);
  2. Sewa rumah dan/atau barang milik perusahaan yang disewakan oleh pengusaha kepada pekerja dan/atau utang/cicilan utang pekerja, yang harus dilakukan berdasarkan kesepakatan/perjanjian tertulis; dan/atau
  3. Kelebihan pembayaran upah, yang dapat dilakukan tanpa persetujuan pekerja.

Pemotongan upah yang dilakukan bukan karena alasan dan/atau tidak memenuhi persyaratan di atas bertentangan dengan hukum. Lalu, bagaimana cara agar pengusaha memberikan upah yang dipotong itu?

Penjelasan lebih lanjut dapat Anda klik ulasan di bawah ini.

Punya Masalah Hukum Yang Sedang Dihadapi?
Mulai dari Rp 30.000
Powered By Justika