Jumat, 15 February 2019

Recovery File Foto Pribadi di HP dan Masalah Hukumnya

Recovery File Foto Pribadi di HP dan Masalah Hukumnya

Pertanyaan

Saya dan istri saya dulu sewaktu pacaran pernah saling berkirim foto bugil lewat layanan mms. Perbuatan itu saya lakukan atas dasar suka sama suka tanpa paksaan. Setelah itu, foto istri saya itu langsung saya hapus, begitu juga foto saya di hp istri saya, tak pernah disimpan atau diperlihatkan ke orang lain. Setelah itu, hp saya itu saya jual ke counter. Yang jadi masalahnya adalah, menurut sumber di internet bahwa file yang telah terhapus di hp itu masih bisa dikembalikan lagi dengan aplikasi komputer atau istilahnya di-recovery lagi. Saya jadi cemas dan takut jika foto itu di-recovery lagi dan disebarkan oleh orang yang membeli hp saya itu. Pertanyaan saya: 1. Apakah saya dan pacar saya yang sekarang jadi istri saya melanggar hukum karena telah melakukan saling kirim mms itu? 2. Apakah saya dan istri saya dapat dipidanakan jika foto itu nantinya tersebar?

Intisari Jawaban

Secara normatif, perbuatan membuat dan mengirim foto bugil atau foto pornografi melalui layanan Multimedia Message Service (MMS) berdasarkan Pasal 4 ayat (1) jo. Pasal 29 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dan Pasal 27 ayat (1) jo. Pasal 45 ayat (1) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan perubahannya dapat dikategorikan sebagai perbuatan pidana.
Dapat atau tidaknya dipidana, hal ini ditentukan pada proses hukum mulai dari penyelidikan, penyidikan bahkan pada proses pembuktian di persidangan sampai dengan putusan hakim.
Mengenai saran hukum terkait recovery file foto pribadi di HP, silakan baca ulasan di bawah ini.

 

Lihat Ulasan Lengkap

Ingin Masalah Anda Segera Tuntas?

Percayakan masalah hukum Anda ke ahlinya. Hubungi konsultan hukum profesional, hanya Rp299.000,- per 30 menit.

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua