Bisakah Dipidana Jika Memukul Anak Orang Lain Tanpa Melukai?

Bacaan 8 Menit
Bisakah Dipidana Jika Memukul Anak Orang Lain Tanpa Melukai?
Pertanyaan

Anak saya digigit oleh anak tetangga hingga persendian jempolnya memar. Karena shock, sebagai seorang ibu, istri saya tidak terima anaknya dilukai, maka ia pun menghukum anak tersebut dengan memukul tangan pelaku dengan telapak tangan tanpa maksud melukai dan memang tidak sampai luka. Tapi, orang tua pelaku yang kebetulan polisi tidak terima anaknya dipukul dan marah-marah hingga istri saya dan tetangga hampir dipukul olehnya. Setelah berdebat akhirnya dia pergi, saya pikir persoalan sudah selesai sampai di situ, tapi ternyata istrinya tidak terima dan mengancam akan melaporkan ke polisi. Apakah yang dilakukan istri saya dapat dikategorikan tindak pidana? Kalau ternyata betul dia melaporkan ke polisi, apakah saya juga dapat melaporkan apa yang dilakukan anaknya terhadap anak saya sebagai tindakan pidana? Mengingat saat itu anaknya yang lebih dulu melukai anak saya, pelaku dan anak saya masih di bawah 5 tahun.

Intisari Jawaban
?
Tindakan istri Anda yang memukul tangan anak tersebut, meskipun tidak sampai luka sudah merupakan suatu penganiayaan terhadap anak dan dapat dipidana berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan perubahannya.
?
Selanjutnya, mengenai tindakan anak tetangga yang menggigit anak Anda hingga persendian jempolnya memar, juga dapat dikualifikasi sebagai Tindak Pidana Penganiayaan, akan tetapi sejak diundangkannya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, suatu tindak pidana yang dilakukan oleh anak yang umurnya di bawah 8 tahun dan belum berumur 12 (dua belas) tahun maka penyidik, pembimbing kemasyarakatan, dan pekerja sosial profesional mengambil keputusan untuk:
  1. menyerahkannya kembali kepada orang tua/Wali; atau
  2. mengikutsertakannya dalam program pendidikan, pembinaan, dan pembimbingan di instansi pemerintah atau Lembaga Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial (LPKS) di instansi yang menangani bidang kesejahteraan sosial, baik di tingkat pusat maupun daerah, paling lama 6 (enam) bulan.
?
Penjelasan lebih lanjut dan contoh kasusnya dapat Anda simak ulasan di bawah ini.
?