Selasa, 05 Maret 2019

Status Permohonan Pendaftaran Merek Jika Pemohonnya Meninggal

Status Permohonan Pendaftaran Merek Jika Pemohonnya Meninggal

Pertanyaan

Saya ada beberapa pertanyaan mengenai merek: 1. Bagaimana status merek yang sudah diajukan oleh seseorang, tapi orang tersebut meninggal dunia sebelum ada keputusan tentang penolakan merek yang dimohonkannya? 2. Apakah sanggahan penolakan merek tersebut bisa diteruskan oleh ahli warisnya? 3. Seandainya bisa, tapi ahli waris baru melakukan sanggahan tentang penolakan merek tersebut setelah lebih dari dua tahun sejak diterimanya keputusan penolakan merek dari Ditjen HKI untuk pemohon merek yang meninggal itu, bagaimana status hukumnya? Terima kasih sebelumnya.  

Intisari Jawaban

Permohonan pendaftaran merek yang pemohonnya meninggal dunia pada saat permohonannya masih dalam proses pemeriksaan di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (Ditjen KI) dan belum mendapatkan keputusan pendaftaran atau penolakan oleh Ditjen KI, akan terus diproses oleh Ditjen KI selama tidak ada pemberitahuan atau pencabutan permohonan dari ahli warisnya.
Ahli waris dapat mengajukan permohonan pengalihan hak merek dari anggota keluarga yang meninggal dunia (pewaris) kepada mereka setelah pendaftaran merek dikabulkan ataupun pada saat proses permohonan pendaftaran merek.
Penjelasan lebih lanjut dapat Anda simak dalam ulasan di bawah ini.

 

Lihat Ulasan Lengkap

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
MITRA : Globomark
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua