Bolehkah Perusahaan Tidak Memberikan Tunjangan Melahirkan?

Bacaan 16 Menit
Bolehkah Perusahaan Tidak Memberikan Tunjangan Melahirkan?
Pertanyaan

Apakah boleh perusahaan tidak memberikan tunjangan melahirkan ataupun manfaat asuransi untuk melahirkan bagi karyawan wanita karena dianggap hak tersebut sudah didapat (di-cover) dari suami karyawan wanita tersebut? Sedangkan, perusahaan sendiri tidak mengikutkan karyawan wanita dalam program Jamsostek berupa jaminan kesehatan, padahal karyawan wanita tidak memperoleh tunjangan melahirkan dan manfaat asuransi untuk persalinan. Upaya apa yang dapat dilakukan untuk hal tersebut? Terima kasih.

Intisari Jawaban
Kepesertaan Jaminan Kesehatan bersifat wajib dan mencakup seluruh penduduk Indonesia. Pemberi Kerja wajib mendaftarkan dirinya dan Pekerjanya sebagai Peserta Jaminan Kesehatan kepada BPJS Kesehatan dengan membayar iuran. Dalam hal Pemberi Kerja secara nyata-nyata tidak mendaftarkan Pekerjanya kepada BPJS Kesehatan, Pekerja yang bersangkutan berhak mendaftarkan dirinya sebagai Peserta Jaminan Kesehatan.
?
Dalam hal Pekerja belum terdaftar pada BPJS Kesehatan, Pemberi Kerja wajib bertanggung jawab pada saat Pekerjanya membutuhkan pelayanan kesehatan sesuai dengan manfaat yang diberikan oleh BPJS Kesehatan, antara lain pemeriksaan ibu hamil dan rawat inap tingkat pertama sesuai dengan indikasi medis mencakup pertolongan persalinan pervaginam bukan risiko tinggi serta pertolongan persalinan dengan komplikasi dan/atau penyulit pervaginam bagi Puskesmas Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED).
?
Penjelasan lebih lanjut, silakan simak ulasan di bawah ini.