Rabu, 18 Oktober 2017
Perlukah Usaha Kecil dan Menengah Mendaftar Merek Dagang?
Pertanyaan :

Perlukah Usaha Kecil dan Menengah Mendaftar Merek Dagang?

Saya mau bertanya perlukah pemilik usaha kecil dan menegah (UKM) mendaftarkan merek dagangnya?
Punya pertanyaan lain ?
Silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
Butuh Jawaban Langsung ?
Segera dapatkan langkah terbaik, langsung dari ahlinya.
Konsultasi Justika.com
Jawaban :

Artikel di bawah ini adalah pemutakhiran dari artikel dengan judul sama yang dibuat oleh Lucky Setiawati, S.H. dan pernah dipublikasikan pada Jumat, 07 Maret 2014.

 

Intisari:

 

 

Bagi pemilik usaha, baik Usaha Kecil dan Menengah (“UKM”) maupun non UKM, sepanjang usahanya tersebut membutuhkan penggunaan merek, apalagi jika pemakaian merek tersebut dimaksudkan untuk pemakaian jangka panjang, melakukan pendaftaran merek akan sangat bermanfaat dan dianjurkan.

 

Dengan adanya merek, pelanggan terbantu dalam membedakan sebuah produk dari produk yang sejenis yang berasal dari sumber atau produsen yang berbeda. Dengan merek, sebuah bisnis, termasuk UKM, akan lebih mudah memasarkan produk/jasanya.

 

Penjelasan lebih lanjut, silakan simak ulasan di bawah ini.

 

 

 

Ulasan:

 

Terima kasih pertanyaannya.

 

Bagi pemilik usaha, baik Usaha Kecil dan Menengah (“UKM”) maupun non UKM, sepanjang usahanya tersebut membutuhkan penggunaan merek, apalagi jika pemakaian merek tersebut dimaksudkan untuk pemakaian jangka panjang, melakukan pendaftaran merek akan sangat bermanfaat dan dianjurkan.

 

Banyak orang mengatakan bahwa sebuah merek ibarat wajah dari sebuah usaha. Dengan adanya merek, pelanggan terbantu dalam membedakan sebuah produk dari produk yang sejenis yang berasal dari sumber atau produsen yang berbeda. Dengan merek, sebuah bisnis, termasuk UKM, akan lebih mudah memasarkan produk/jasanya.

 

Selain berfungsi sebagai pengidentifikasi, merek juga dilihat sebagai jaminan kualitas yang konsisten. Seorang pelanggan yang senang dengan kualitas sebuah produk atau jasa cenderung akan terus membeli dengan harapan memperoleh kualitas yang sama dari merek yang dikenalnya tersebut.

 

Berangkat dari kebutuhan akan sebuah merek yang dapat digunakan untuk jangka panjang, seringkali pemilihan sebuah merek melalui sebuah proses yang tidak sederhana, mulai dari perancangan, pemilihan, perlindungan sebelum akhirnya dipergunakan. Hal utama yang perlu diantisipasi dalam hal pemilihan merek agar dapat dipakai untuk jangka panjang adalah 1) pastikan merek yang dipilih tidak melanggar hak merek pihak lain; dan 2) pastikan Anda memperoleh hak eksklusif atas merek yang dipilih.

 

Untuk mendapatkan informasi apakah merek yang diinginkan telah didaftarkan oleh pihak lain untuk kategori produk atau jasa sejenis, Anda dapat melakukan penelusuran merek dagang (trademark search) di Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (“Ditjen HKI”). Penelusuran merek dapat dilakukan sendiri oleh UKM di Ditjen HKI atau melalui konsultan HKI.

 

Melakukan penelusuran merek sedini mungkin sangat berguna untuk menghindari konflik yang tidak diharapkan dengan pihak lain dan potensi kerugian yang diakibatkan dari kehilangan merek karena diharuskan mengganti merek yang sudah terlanjur dipakai.

 

Setelah Anda meyakini tidak ada potensial konflik dengan pihak lain terkait pilihan merek Anda, langkah berikutnya adalah mengupayakan perolehan hak eksklusif dan perlindungan hukum atas merek yang Anda pilih melalui pendaftaran merek.

 

Dasar hukum:

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis.

 



Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.


Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
MITRA : Globomark
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua