Jumat, 01 March 2019

Bisakah Dipidana karena Berduaan dengan Pacar di Kamar Hotel?

Bisakah Dipidana karena Berduaan dengan Pacar di Kamar Hotel?

Pertanyaan

Keponakan laki-laki saya berumur 17 tahun 2 bulan sedang menghadapi ancaman tuntutan hukum dari keluarga pacarnya. Alasan tuntutan adalah karena keponakan saya dan pacarnya yang berusia 16 tahun kedapatan berfoto berdua (dalam kondisi pakaian lengkap) di dalam kamar sebuah hotel, kemudian foto-foto tersebut diunggah ke jejaring sosial. Kedua anak mengaku tidak melakukan hubungan badan dan berada di dalam hotel selama kurang lebih 6 jam. Seandainya setelah dilakukan visum terhadap si anak perempuan dan didapati bahwa tidak ada bekas penetrasi sebagai indikasi hubungan badan, dapatkah keponakan laki-laki saya dikenai pasal perlindungan anak? Terima kasih atas jawabannya.  

Intisari Jawaban

Dalam hal ini perlu dibuktikan dan diterangkan lebih lanjut perbuatan apa yang dilakukan keponakan Anda terhadap pacarnya di kamar hotel tersebut selama kurang lebih 6 (enam) jam? Jika memang tidak ada persetubuhan atau perbuatan cabul yang dilakukan, maka keponakan Anda tidak dapat dijerat pidana.
Sebaliknya, jika ditemukan bukti telah dilakukannya salah satu tindak pidana tersebut, keponakan Anda dapat dijerat pidana sesuai UU Perlindungan Anak dan perubahannya. Tetapi perlu diperhatikan juga bahwa ada kewajiban pada tingkat penyidikan, penuntutan, dan pemeriksaan perkara anak di pengadilan negeri untuk mengupayakan diversi.
Penjelasan lebih lanjut dapat Anda simak dalam ulasan di bawah ini.

 

Lihat Ulasan Lengkap

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
MITRA : Bung Pokrol
Tri Jata Ayu Pramesti mendapatkan gelar sarjana hukum dari Universitas Indonesia pada 2011 dengan mengambil Program Kekhususan IV (Hukum tentang Kegiatan Ekonomi). 
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua