Rabu, 27 Pebruari 2019

Konsekuensi Jika Melaporkan Orang sebagai Pelaku Tindak Pidana

Konsekuensi Jika Melaporkan Orang sebagai Pelaku Tindak Pidana

Pertanyaan

Dapatkah dipidana (atau dilaporkan ke polisi) seseorang yang sering menceritakan bahwa dia dan kelompoknya sering memperkosa perempuan yang sedang berduaan dengan pacarnya di tempat sepi, sementara tidak ada saksi yang melihat perbuatannya itu. Bagaimana langkah hukum yang harus ditempuh untuk hal tersebut? Karena bisa saja hal itu benar terjadi atau hanya cerita bual saja, tetapi bila ternyata cerita bual saja, paling tidak sudah memberi efek jera sama dia (bila dilaporkan ke polisi), bisakah? Terima kasih.

Intisari Jawaban

Mengenai perkosaan, diatur dalam Pasal 285, Pasal 286, dan Pasal 288 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Selain itu diatur juga dalam Pasal 81 jo. Pasal 76D Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan perubahannya jika korban adalah anak.
Anda dapat saja melaporkan orang yang mengaku melakukan pemerkosaan tersebut. Akan tetapi, Anda harus berhati-hati karena orang tersebut dapat saja melaporkan Anda juga atas dasar Pasal 220 KUHP (tentang pemberitahuan/pengaduan palsu tentang peristiwa pidana) atau Pasal 317 KUHP (tentang memfitnah seseorang melakukan peristiwa pidana dengan tujuan menyerang kehormatan dan nama baiknya).
Penjelasan lebih lanjut dapat Anda simak dalam ulasan di bawah ini.

 

Lihat Ulasan Lengkap

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
PENJAWAB : Sovia Hasanah, S.H.
MITRA : Bung Pokrol
Sovia Hasanah mendapatkan gelar Sarjana Hukum dari Universitas Andalas pada 2016 dengan mengambil Program Kekhususan IX (Hukum Agraria dan Sumber Daya Alam).
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua