Anak Bawaan Menuntut Harta Gono-Gini Ibunya ke Ayah Tiri

Bacaan 4 Menit
Anak Bawaan Menuntut Harta Gono-Gini Ibunya ke Ayah Tiri
Pertanyaan

Kakek saya baru saja meninggal dunia. Sebelum menikah dengan nenek saya, beliau menikah dengan seorang janda dengan bawaan 1 anak perempuan. Kemudian kakek saya cerai dengan janda tersebut, lalu menikah dengan nenek saya dan dikaruniai 1 orang anak perempuan yaitu ibu saya. Akhir-akhir ini anak tiri dari pernikahan kakek saya sebelumnya datang ke rumah menuntut warisan kakek saya dengan alasan pada saat berumah tangga dengan ibunya, kakek saya membangun rumah yang ditempati oleh nenek dan kakek saya ini. Dia meminta bagian atas rumah tersebut. Dia menyebutkan ada saksi bahwa rumah itu dibangun pada saat kakek saya berumah tangga dengan ibunya. Ibunya pun telah meninggal dunia. Apakah dia berhak atas rumah itu? Bagaimana pembagian warisan yang sesuai dengan hukum di Indonesia agar kami bisa menyelesaikannya? Terima kasih.

Intisari Jawaban

Pada dasarnya anak tiri tidak berhak atas warisan, kecuali ia mendapatkan wasiat dari pewaris. Di sisi lain, jika sudah resmi bercerai dan telah habis masa idah-nya, maka tidak ada lagi hubungan kewarisan antara mantan suami dan mantan istri.

Namun untuk pembagian harta bersama atau harta gono-gini setelah perceraian, masing-masing berhak seperdua dari harta bersama sepanjang tidak ditentukan lain dalam perjanjian perkawinan.

Sehingga, status rumah tersebut harus diperjelas kembali apakah masuk harta bersama perkawinan sebelumnya atau bukan.

Langkah apa yang sebaiknya diambil untuk menyelesaikan permasalahan ini?

Penjelasan lebih lanjut dapat Anda klik ulasan di bawah ini.